Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Calon Presiden 2014 Versi PII

Wednesday, 25 January 2012, 12:53 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB PII) mendorong sejumlah tokoh alumni PII untuk maju dalam bursa Pemilihan Presiden 2014. Ketua Umum PKB PII, Soetrisno Bachir menyebut tiga nama yakni: Jusuf Kalla, Jimly Asshiddiqie, dan Mahfud MD sebagai figur yang pantas dan berpeluang dalam Pemilu Presiden 2014.

"JK (Jusuf Kalla), Jimly (Jimly Asshiddiqie) dan Mahfud (Mahfud MD) saya rasa pantas dan memang sering disebut-sebut (sebagai capres)," kata Soetrisno yang juga mantan ketua umum DPP PAN.

Soetrisno menambahkan,  ketiga nama tersebut dinilainya pantas untuk diajukan sebagai capres pada Pilpres 2014 mendatang. Namun PKB PII tidak akan mengajukan calon-calon dari PII kepada partai politik, meski ia tidak menolak kalau ada partai politik yang 'meminang' PII.

Ia mengklaim PKB PII dapat mengerahkan enam juta kadernya untuk memilih capres yang berasal dari PII. Mengenai kedekatan hubungan dan kabar Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang juga alumni PII dengan capres dari Partai Golkar, Aburizal 'Ical' Bakrie, ia enggan mengomentarinya. Menurutnya terlalu dini, menyimpulkan Mahfud MD akan menjadi pasangan Ical pada Pilpres 2014.

"PKB PII sebenarnya kalau bisa ingin mengajukan calon independen, tidak perlu dari partai, karena partai sendiri sekarang sudah banyak yang tidak sehat. Makanya kita mendukung, adanya revisi UUD 45, agar bisa mencalonkan independen," tuturnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Heri Ruslan
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar