Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Yusup Supendi Berulah Lagi, Beberkan Dugaan Korupsi PKS

Senin, 05 Desember 2011, 11:57 WIB
Komentar : 3
Republika/Edwin Dwi Putranto
Yusuf Supendi
Yusuf Supendi

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan anggota dewan syariah sekaligus  pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi kembali melakukan manuver untuk 'menggembosi' mantan partainya itu. Kali ini, Senin (5/12), ia melaporkan dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) dan hibah yang dilakukan oleh pemerintah Jawa Barat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yusuf yang tiba di Kantor KPK, Jakarta,  pada pukul 11.10 WIB itu mengatakan, di Jawa Barat, dana bansos dan hibah yang digunakan mencapai Rp 836 miliar  dari total APBD Jawa Barat sebesar Rp 9,5 triliun. Namun, ia menduga dana  itu diselewengkan oleh oknum pemerintah Jawa Barat hingga mencapai 50 persen dari total seluruh dana bansos dan hibah sebesar Rp 836 miliar itu.

"Saya mengetahui hal tersebut setelah ada pengurus sebuah yayasan dan Kepala SMA di Bogor Jawa Barat nyaris baku hantam dengan oknum yang memaksa sunat dana hibah sebesar 50 persen," kata  Yusuf . 

Oleh karena itu, ia melaporkan hal tersebut ke KPK dan meminta KPK mengusut dugaan penyimpangan dana bansos dan hibah itu. KPK harus menangkap tangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut karena telah merugikan keuangan negara.

Untuk diketahui, kepala daerah atau gubernur Jawa Barat saat ini dijabat oleh politisi PKS, Ahmad Heryawan. Namun, Yusuf tidak menyebut langsung nama politisi PKS itu terlibat dalam kasus ini. Hanya saja, selain melaporkan dugaan penyelewengan dana bansos itu, Yusuf juga akan menanyakan kepada KPK soal laporannya tentang dugaan penggelapan dana Pilkada DKI Jakarta 2007 yang dilakukan oleh Sekjen PKS yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, Anis Matta. 

Seperti diketahui, Yusuf terus melakukan manuver untuk menyerang PKS. langkah pertama yang ia lakukan adalah melaporkan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, ke Badan Kehormatan DPR, Kamis (17/3). Yusuf menuding Luthfi telah melanggar etika sebagai anggota DPR. Pada Senin (21/3) dan Rabu (6/4) Yusuf Supendi melaporkan dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh petinggi PKS. 

 

Reporter : M Hafil
Redaktur : Stevy Maradona
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  JS Ahmad Selasa, 6 Desember 2011, 20:57
Biarkan waktu yg membuktikan mana pendusta & mana yang difitnah & mana memfitnah. Kita tunggu saja. Jgn sampe kita terpancing u/ komentar yg tdk bertanggung jawab.

JS Ahmad
085216620755
  ra duwe udel Selasa, 6 Desember 2011, 12:44
sampun tho eyang kagak usah ngebacot menurut ane, eyang segera istighfar saja, mohon ampun pada
Allah segera
  ahmad Selasa, 6 Desember 2011, 11:48
sadarlah pak yusuf jangan main fitnah...jangan sampai menyesal nanti....
  redi Selasa, 6 Desember 2011, 09:17
kehilangan arah, seperti bulu di terpa angin.... na'udzubillah
  mumuh Selasa, 6 Desember 2011, 00:56
Tak ada asap bila tak ada api.

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...