Minggu, 2 Muharram 1436 / 26 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Yusup Supendi Berulah Lagi, Beberkan Dugaan Korupsi PKS

Senin, 05 Desember 2011, 11:57 WIB
Komentar : 4
Republika/Edwin Dwi Putranto
Yusuf Supendi
Yusuf Supendi

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan anggota dewan syariah sekaligus  pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi kembali melakukan manuver untuk 'menggembosi' mantan partainya itu. Kali ini, Senin (5/12), ia melaporkan dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) dan hibah yang dilakukan oleh pemerintah Jawa Barat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yusuf yang tiba di Kantor KPK, Jakarta,  pada pukul 11.10 WIB itu mengatakan, di Jawa Barat, dana bansos dan hibah yang digunakan mencapai Rp 836 miliar  dari total APBD Jawa Barat sebesar Rp 9,5 triliun. Namun, ia menduga dana  itu diselewengkan oleh oknum pemerintah Jawa Barat hingga mencapai 50 persen dari total seluruh dana bansos dan hibah sebesar Rp 836 miliar itu.

"Saya mengetahui hal tersebut setelah ada pengurus sebuah yayasan dan Kepala SMA di Bogor Jawa Barat nyaris baku hantam dengan oknum yang memaksa sunat dana hibah sebesar 50 persen," kata  Yusuf . 

Oleh karena itu, ia melaporkan hal tersebut ke KPK dan meminta KPK mengusut dugaan penyimpangan dana bansos dan hibah itu. KPK harus menangkap tangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut karena telah merugikan keuangan negara.

Untuk diketahui, kepala daerah atau gubernur Jawa Barat saat ini dijabat oleh politisi PKS, Ahmad Heryawan. Namun, Yusuf tidak menyebut langsung nama politisi PKS itu terlibat dalam kasus ini. Hanya saja, selain melaporkan dugaan penyelewengan dana bansos itu, Yusuf juga akan menanyakan kepada KPK soal laporannya tentang dugaan penggelapan dana Pilkada DKI Jakarta 2007 yang dilakukan oleh Sekjen PKS yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, Anis Matta. 

Seperti diketahui, Yusuf terus melakukan manuver untuk menyerang PKS. langkah pertama yang ia lakukan adalah melaporkan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, ke Badan Kehormatan DPR, Kamis (17/3). Yusuf menuding Luthfi telah melanggar etika sebagai anggota DPR. Pada Senin (21/3) dan Rabu (6/4) Yusuf Supendi melaporkan dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh petinggi PKS. 

 

Reporter : M Hafil
Redaktur : Stevy Maradona
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Doyan Minum Soda Tampak Lebih Tua?
SAN FRANSISCO -- Sebuah studi menemukan minuman bersoda dapat membuat sel-sel tertentu dalam tubuh menua lebih cepat. Peneliti University of California, San Fransisco menyimpulkan...