Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sri Sultan Kritik Pejabat Pemerintah, Dibilang tak Ikhlas Mengabdi

Rabu, 17 Agustus 2011, 16:31 WIB
Komentar : 0
Sri Sultan Hamengku Buwono X
Sri Sultan Hamengku Buwono X

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN-- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus tidak sekadar sebagai agenda rutin yang bersifat seremonial.

"Bagaimana pemerintah maupun rakyat melakukan perenungan bahwa perjuangan meraih kemerdekaan merupakan harga diri bangsa, itu yang semestinya menjadi hal yang paling utama," katanya, Rabu.

Ia mengatakan pemerintah dalam memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus juga harus bisa memaknai para pendiri bangsa dalam berjuang, dimana sejak 1908 sudah menuntut untuk merdeka.

Menurut Sultan, peringatan HUT Kemerdekaan RI juga seharusnya menjadi tempat introspeksi agar perjuangan tersebut bisa dilanjutkan oleh generasi penerus bangsa.

"Seharusnya 17 Agustus bisa memiliki nilai dalam perenungan setiap rakyat maupun setiap pejabat negara, yakni bagaimana kemerdekaan itu hakiki bagi setiap manusia dan mempunyai makna. Mestinya pejabat jangan korupsi dan menyalahgunakan wewenang, dan hukum harus diberlakukan dengan adil," katanya.

Ia mengatakan Bangsa Indonesia saat ini tidak mau mengerti mengenai perjuangan para pendahulu yang tanpa pamrih ingin membangun integritas sebagai suatu bangsa. "Tidak mau mengerti mengenai perjuangan tersebut dapat terlihat dari berbagai perilaku yang melibatkan para pejabat negara yang tidak mencerminkan keikhlasan untuk mengabdi," katanya.

Mestinya, kata gubernur DIY, kalau memaknai HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus, pada aspek sifat-sifat kejuangan dan keikhlasan untuk mengabdi hendaknya jangan korupsi atau menyalahgunakan wewenang.

"Oleh karena itu, hak asasi harus ditegakkan, begitu pula hukum juga harus ditegakkan," katanya. Dengan demikian, kata Sultan, peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus tidak hanya formalitas, tetapi memiliki isi, karena punya kesadaran untuk menegakkan kebenaran dalam upaya membangun bangsa dengan utuh.

"Kini saatnya seluruh anak bangsa introspeksi dan ikhlas dalam membangun negeri, bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ahmad Jumat, 19 Agustus 2011, 08:24
la piye wong masuk mau jd PNS ja pkai sogok,gimana mau iklas mengabdi tuk negara ini....tp sya yakin klau yg tdk punya uang tuk sogok tp lulus ujian PNS mereka lebih IKLAS.....
  firmansyah Rabu, 17 Agustus 2011, 17:01
setuju yang mulia, karena begitulah seharusnya seorang pemimpin sejati yang dicintai rakyatnya, yang dapat membawa negeri dan rakyat makmur dan sentosa jauh dari korupsi dan ketidakadilan