Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Masih Digaji DPR, Nazaruddin Harus Kembalikan ke Kas Negara

Kamis, 11 Agustus 2011, 19:17 WIB
Komentar : 0
AP
Nazaruddin ditangkap

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hingga kini buron KPK, M Nazaruddin, masih tercatat aktif sebagai anggota DPR dan masih berhak menerima gaji beserta tunjangannya.

Namun Partai Demokrat meminta mantan kadernya itu untuk mengembalikan segala materi yang masih dinikmatinya dari negara karena telah dipecat sebagai anggota sejak 25 Juli, atau dua bulan sejak melarikan diri.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sophacua, menyarankan hal ini karena dengan dipecat dari partai, Nazar otomatis tidak lagi bisa menjadi anggota DPR. Ini karena sifat anggota dewan adalah perwakilan masyarakat yang dibawa oleh partai politik.

"Kalau sudah tidak jadi anggota dewan, fraksi Demokrat minta Nazar mengembalikan gaji yang selama ini diterima ke kas negara," kata Max saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (11/8).

Nazar sejak sebelum terbang ke luar negeri pada 23 Mei pun sudah tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan. Tetapi menurut Sekjen DPR, Nining Indra Saleh, Nazar masih berhak atas gaji Rp 40 juta per bulan karena hingga kini belum ada surat pemberhentian partai yang diserahkan kepada DPR. Sejak melarikan diri, Nazar sempat menerima dua bulan gaji, Mei dan Juli, sebelum rekening milik Nazar diblokir.

Max menyatakan, urusan surat pemberhentian dari partainya akan ditanyakan ke pengurus. "Keterlambatan ini murni teknis, Demokrat terus mengusahakan cepat dan tidak berlarut-larut dalam masalah ini," ujarnya.


Reporter : Ditto Pappilanda
Redaktur : cr01
1.529 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  engkoh Jumat, 12 Agustus 2011, 13:25
Yg salah yg nggaji . . . . !!
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...