Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pancasila Diabaikan, Masyarakat Makin Individualistis dan Kapitalis

Rabu, 01 Juni 2011, 09:13 WIB
Komentar : 1
Pancasila
Pancasila

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG – Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat mencanangkan pemukiman "Kampung Merah Putih" dan lingkungan sehat di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Warga diajak mengamalkan nilai Pancasila.

Komandan Kodiklat TNI AD Mayjen TNI M Sochib, mengatakan  pencanangan lingkungan sehat dan Kampung Merah Putih diharapkan bisa membangkitkan kembali tradisi masyarakat yang terkandung nilai Pancasila. Seperti, bergotong royong, bermusyawarah untuk mencari kemufakatan serta merevitalisasi rasa nasionalisme dan patriotisme. "Ini untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme masyarakat,” kata Sochib, Selasa (31/5).

Pada era globalisasi, ancaman terhadap negara tidak dapat lagi diterjemahkan sebagai ancaman militer saja. Melainkan banyak ancaman non militer di bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya yang juga perlu diperhitungkan dan menuntut kepekaan serta kewaspadaan dari semua pihak.

Kondisi itu menyebabkan sebagian masyarakat Indonesia berfikir dan bersikap sedemikian liberal. Nuansa kebebasan  yang terjadi juga mendorong berkembangnya paham radikal dan penyimpangan terhadap keyakinan beragama maupun hadirnya budaya asing yang menggusur budaya asli Indonesia.

Pada akhirnya mendegradasi nilai Pancasila. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara menjadi terabaikan dan kurang bermakna dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai luhur yang terkandung di dalamnya seperti gotong royong, musyawarah untuk mufakat, dan toleransi dalam kemajemukan telah ditinggalkan dan banyak masyarakat menjadi lebih individualistis, kapitalistis, dan fanatis.

Menurut Sochib, nilai nasionalisme dan Pancasila harus dibangkitkan lagi di tengah dampak negatif arus globalisasi. Sebab semakin nyata adanya pengaruh negatif globalisasi yang mengancam nilai keIndonesiaan atau kebangsaan, “Tanpa harus menafikan nilai positif dari globalisasi itu sendiri.”


Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...