Wakil Ketua BK: Nonton Video Porno Saat Rapat, Arifinto Bisa Dipecat

Minggu, 10 April 2011, 17:47 WIB
MediaIndonesia
Wakil Ketua BK: Nonton Video Porno Saat Rapat, Arifinto Bisa Dipecat
Anggota Komisi V dari FPKS, Arifinto, yang menonton film porno saat sidang paripurna, Jumat

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK), Nudirman Munir, mangatakan BK akan lebih serius tangani pelanggaran kode etik anggota DPR setelah masa reses ini. Kasus yang bakal menjadi titik balik adalah menonton video porno dalam sidang paripurna yang dilakukan Anggota Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Arifinto.

"Setelah ada pengesahan kode etik dan tata beracara, BK akan bekerja sesuai mekanisme yang ada, tidak ada main main," kata Nudirman saat dihubungi Republika, Ahad (10/04). Jika terbukti benar, Arifinto bisa dijerat dengan Pasal 3 Ayat 1 Undang Undang (UU) Kode Etik DPR. Terutama terkait integritas.

Dalam pasal itu disebutkan bahwa seorang anggota DPR dianggap melanggar kode etik kalau melakukan perbuatan yang merendahkan citra dan martabat DPR. "Menonton video porno itu merendahkan citra dan martabat seorang anggota DPR RI, apalagi pada saat sidang paripurna," ujar Nudirman.

Nudirman menyarankan kepada Fraksi PKS untuk lebih dulu mengambil tindakan oleh perbuatan anggotanya itu.  Sebab, jika kasus ini sudah ditangani oleh BK maka bisa saja sanksinya sampai pada pemecatan.

Sanksi tersebut berarti akan menghilangkan anggota DPR untuk mendapatkan pensiun, jaminan kesehatan, dan tunjangan yang lain. Sedangkan kalau sudah memutuskan untuk mengundurkan diri, jaminan-jaminan itu masih bisa didapatkan.

"Mumpung masih reses selesaikan secara internal dulu saja," katanya.

Redaktur: Stevy Maradona
Reporter: Rosyid Nurul Hakim
Ibnu Umar r.a mengatakan bahwa Nabi saw masuk ke Mekah dari Kada' dari Tsaniyatil Ulya di Bath-ha', dan beliau keluar dari Tsaniyatis Sufla. (HR Bukhari)
hamasa blue, Senin, 11 April 2011, 16:26

appun ksalahan org tersebut algkah baiknya dgn krtik yg membangun bukan mencibir dan menghina..
tpi anggota dpr tsb sudah memberi alasan dan konsekuensi dan kita hrus menghargai..

Balas
samsul bahri, Senin, 11 April 2011, 13:23

itulah, PKS yang bernafsu menjadi partai besar, tapi tidak selektif kadernya. wong belum ngaji dipasang jadi caleg.
maka kembali ke khitah, ngaji dikuatin
atau kalau enggak bubarkan saja PKS
bikin malu,

Balas
pepen, Senin, 11 April 2011, 13:11

ternyata politik itu kejam, agama dijual untuk menduduki jabatan, udah punya jabatan nonton film gituan...
duh... muka partai ente mau dikemanain...DPR juga muka tebel, gak pernah malu, punya kesalahan selalu ditutupi, eh mau minta gedung baru... wah..wah... bangsa Indonesia kena adzab....

Balas
Abu Syafiq, Senin, 11 April 2011, 09:52

Apapun komentar yg di sampaikan, semuanya akan di minta pertanggung jawaban di hadapan ALLAH SWT. apakah lisan & sikap kita bernilai manfaat sehingga kita dapat pahala atau sebaliknya hanya menambah beban dosa kita yg semakin hari semakin menumpuk

Yu.. sebarkan kebaikan..

Balas
ayip, Senin, 11 April 2011, 09:25

hehe.... sidang pariPORNO

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...