
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK), Nudirman Munir, mangatakan BK akan lebih serius tangani pelanggaran kode etik anggota DPR setelah masa reses ini. Kasus yang bakal menjadi titik balik adalah menonton video porno dalam sidang paripurna yang dilakukan Anggota Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Arifinto.
"Setelah ada pengesahan kode etik dan tata beracara, BK akan bekerja sesuai mekanisme yang ada, tidak ada main main," kata Nudirman saat dihubungi Republika, Ahad (10/04). Jika terbukti benar, Arifinto bisa dijerat dengan Pasal 3 Ayat 1 Undang Undang (UU) Kode Etik DPR. Terutama terkait integritas.
Dalam pasal itu disebutkan bahwa seorang anggota DPR dianggap melanggar kode etik kalau melakukan perbuatan yang merendahkan citra dan martabat DPR. "Menonton video porno itu merendahkan citra dan martabat seorang anggota DPR RI, apalagi pada saat sidang paripurna," ujar Nudirman.
Nudirman menyarankan kepada Fraksi PKS untuk lebih dulu mengambil tindakan oleh perbuatan anggotanya itu. Sebab, jika kasus ini sudah ditangani oleh BK maka bisa saja sanksinya sampai pada pemecatan.
Sanksi tersebut berarti akan menghilangkan anggota DPR untuk mendapatkan pensiun, jaminan kesehatan, dan tunjangan yang lain. Sedangkan kalau sudah memutuskan untuk mengundurkan diri, jaminan-jaminan itu masih bisa didapatkan.
"Mumpung masih reses selesaikan secara internal dulu saja," katanya.
appun ksalahan org tersebut algkah baiknya dgn krtik yg membangun bukan mencibir dan menghina..
Balastpi anggota dpr tsb sudah memberi alasan dan konsekuensi dan kita hrus menghargai..
itulah, PKS yang bernafsu menjadi partai besar, tapi tidak selektif kadernya. wong belum ngaji dipasang jadi caleg.
Balasmaka kembali ke khitah, ngaji dikuatin
atau kalau enggak bubarkan saja PKS
bikin malu,
ternyata politik itu kejam, agama dijual untuk menduduki jabatan, udah punya jabatan nonton film gituan...
Balasduh... muka partai ente mau dikemanain...DPR juga muka tebel, gak pernah malu, punya kesalahan selalu ditutupi, eh mau minta gedung baru... wah..wah... bangsa Indonesia kena adzab....
Apapun komentar yg di sampaikan, semuanya akan di minta pertanggung jawaban di hadapan ALLAH SWT. apakah lisan & sikap kita bernilai manfaat sehingga kita dapat pahala atau sebaliknya hanya menambah beban dosa kita yg semakin hari semakin menumpuk
BalasYu.. sebarkan kebaikan..
hehe.... sidang pariPORNO
Balas