Jumat , 12 January 2018, 21:42 WIB

DPW PPP Sumut Kukuh Tolak Pasangan Djarot-Sihar

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Budi Raharjo
Republika/Issha Harruma
Para pengurus DPW dan DPC PPP Sumut menolak dukungan yang diberikan pengurus pusat pada Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, Rabu (10/1). Mereka menilai dukungan ini tidak sesuai dengan prinsip yang dianut partai tersebut.
Para pengurus DPW dan DPC PPP Sumut menolak dukungan yang diberikan pengurus pusat pada Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, Rabu (10/1). Mereka menilai dukungan ini tidak sesuai dengan prinsip yang dianut partai tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua DPW PPP Sumatra Utara (Sumut) Yulizar Parlagutan Lubis tetap pada pendiriannya. Dirinya menyatakan DPW PPP Sumut masih bertahan untuk menolak keputusan DPP PPP yang mencalonkan Djarot-Sihar untuk Pilkada Sumut.

"Sampai detik ini kita menolak keputusan pusat," ujar Yulizar saat dihubungi Republika, Jumat (12/1).

Dirinya menyatakan akan menunggu tindakan dari DPP Pusat sebelum menentukan sikap kedepannya. DPW PPP sendiri diketahui kemarin telah berorasi dan meminta DPP bersama majelis syariahnya untuk turun dan datang ke Sumut untuk bertemu dengan anggota di Sumut.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan tabayyun atau penjelasan mengapa DPP mengambil langkah yang tidak populer tersebut. DPW menyatakan pencalonan Djarot-Sihat sama sekali tidak diprediksi oleh mereka sehingga pihak Sumut ingin meminta kejelasan dari Pusat atas tindakan tersebut.

"Kalau sebelum ada tabayun kita akan bersifat pasif. Kita akan diam dan tidak membuat kerusuhan karena ini sebenarnya persoalan internal tidak ada urusan dengan PDIP. PDIP itu sahabat kita," lanjut Ketua DPW tersebut.

DPP sendiri dikatakan belum memberikan tanggapan atas permintaan DPW Sumut. Menurut Yulizar permintaan itu sendiri baru diserahkan Kamis (11/1) malam dan baru tadi pagi (12/1) dibaca.

"Yang perlu dikejar itu di Jakarta, sudah jelas bahwa Sumut meminta tabayyun dari DPP. Bagaimana tanggapan DPP?" ucap Yulizar.

Diberitakan sebelumnya bahwa DPW PPP Sumut belum akan menggerakkan mesin partai mereka akibat perbedaan pendapat ini. DPW juga mengklaim ikhlas dan siap memenangkan pasangan calon (paslon) yang diusung PPP dan PDIP namun ketidak-sepakatan antara daerah san pusat membuat mereka menolak keputusan tersebut.