Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Bawaslu: Pilgub Jabar 2018 Rawan Politik Uang

Rabu 06 December 2017 19:46 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani

Pilkada (ilustrasi)

Pilkada (ilustrasi)

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG- Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mendatang diperkirakan rawan dengan politik uang dengan banyak variasi praktiknya . Alasannya, pelaksanaan pemilihan yang dilakukan dua pekan setelah lebaran itu masa kampanyenya dilakukan saat bulan puasa Ramadhan.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu RI, Rahmat Bagja mengatakan potensi politik uang pada masa kampanye di bulan Ramadhan mendatang sangat tinggi. Bahkan, diduga prakteknya dibalut dengan kegiatan-kegiatan kegiatan keagamaan seperti saat berbuka puasa.

"Tidak boleh ada dana yang dikeluarkan lebih dari Rp 25. Diduga saat berbuka puasa, ada tambahan yang diberikan kepada masyarakat atau juga THR," ujarnya saat acara Panwaslu Kabupaten Bandung, Rabu (6/12).

Menurutnya, oleh karena itu pihaknya akan menerjunkan tim untuk memantau hal hal tersebut. Seperti mengecek harga makanan yang dibeli untuk berbuka puasa bersama dengan warga.

Ia menuturkan, pihaknya berharap agar pada masa kampanye pada bulan Ramadhan nanti tidak terjadi perpecahan. Menurutnya, kalangan masyarakat yang rawan dipolitisasi oleh uang adalah masyarakat yang berada di garis kemiskinan, padat penduduk dan menengah ke bawah.

Dirinya menambahkan, pihaknya juga tengah bekerjasama dengan Kementerian Informatika untuk menutup akun-akun bermasalah yang memancing provokasi di pilgub Jabar. "Jangan sampai pemilu Jabar yang terkenal nyaman dan damai tercederai," katanya.

Menurut Rahmat, jumlah penduduk di Jawa Barat pada usia 17 tahun ke atas merupakan banyak yang menjadi pengguna media sosial. Selain itu, Pilgub Jabar memiliki potensi SARA.

Rahmat mengatakan, karakter masyarakat di Jawa Barat relatif masih homogen oleh karena itu pihaknya memerlukan kehati-hatian saat pelaksanaan Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Seperti di wilayah Pantura yang harus diwaspadai yaitu Indramayu, Subang, Cirebon.

"Indek kerawanannya agak tinggi tapi wilayah priangan kemungkinan nggak. Orang Jawa Barat lebih terbuka dan tidak pernah terjadi kerusuhan. Ini bisa menjadi percontohan, DPT-nya terbesar tapi kerawanannya kecil," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES