Selasa , 12 September 2017, 12:58 WIB

Demiz Tetap Pegang Teguh Komitmen dengan Prabowo

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Republika/Edi Yusuf
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar yang akan mencalonkan diri menjadi gubernur Jabar, mengaku belum mengetahui adanya pernyataan pencabutan dukungan oleh DPD Partai Gerindra Jabar terhadap dirinya. Namun, dia masih tetap memegang teguh komitmen Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dalam pertemuannya di Jakarta, 16 Agustus 2017 malam. 

Dalam pertemuan tersebut dinyatakan Deddy Mizwar diusung oleh Partai Gerindra menjadi calon gubernur pada Pilgub Jabar 2018, dan Deddy Mizwar pun bersedia menjadi kader Partai Gerindra sebagai syarat pengusungan tersebut.

"Saya masih belum tahu (pencabutan dukungan dari Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, red), karena yang komitmen selama ini adalah Ketua Umum (Prabowo Subianto). Tapi tolong cek maksudnya apa. Supaya jangan sampai misperception," ujar Deddy Mizwar yang akrab disapa Demiz usai menghadiri kegiatan di Cirebon, Selasa (12/9).

Demiz mengatakan,  saat ini, hanya memegang teguh komitmen Prabowo Subianto tersebut. "Saya mempercayai bagaimana seorang pejuang, militer, jenderal, berkomitmen. Tanya Pak Prabowo, apa itu instruksinya? Saya nggak yakin," katanya.

Namun, Demiz pun tidak menampik jika terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan Prabowo adalah saat pengusungan tersebut. Karena, dirinya sangat mempercayai integritas dan komitmen Prabowo. Selama ini pun, ia pun belum pernah mendapat kabar pencabutan dukungan tersebut dari Prabowo.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penggantian Ahmad Syaikhu sebagai pasangannya, Deddy Mizwar mengatakan, hal tersebut bisa saja terjadi. "Jangankan berganti pasangan. Saya nggak jadi pun bisa saja. Misal kalau setelah mendaftar di KPU, besoknya meninggal," katanya.

Dikatakan Demiz, jika DPD Partai Gerindra terus mempermasalahkan keanggotaannya secara administratif, ia siap memenuhinya kapan pun diminta. Sebab, dirinya telah menyatakan bersedia menjadi kader dan ditunjuk Prabowo menjadi Penasihat Partai Gerindra. "(Masalah Kartu Tanda Anggota) itu kan teknis, meknisme. Bilang saja kapan bisa dicetaknya, saya datang," katanya.