Kamis , 10 August 2017, 17:34 WIB

PAN Lebih Condong Usung Ridwan Kamil atau Deddy Mizwar

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Bilal Ramadhan
Republika/Edi Yusuf
Deddy Mizwar
Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, partainya masih menggodok bakal calon gubernur Jawa Barat yang akan diusung. Dari tiga calon kuat yakni Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi, Bima menyebutkan kemungkinan dua di antaranya yang berpeluang diusung PAN.

"Komunikasinya PAN lebih antara kang Emil (Ridwan Kamil) atau kang Demiz (Deddy Mizwar). Kalau kang DM (Dedi Mulyadi) kan ketua Partai Golkar, masa PAN mendukung ketua partai," kata Bima kepada wartawan usai menghadiri rapat koordinasi Pilkada Serentak 2018 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (10/8).

Bima mengatakan komunikasi politik pun sudah dilakukan kepada dua calon tersebut. Sekaligus sebagai tahapan untuk mengarahkan dukungan yang akan diberikan. Ia menilai dua calon tersebut memiliki kelebihan dan kekuatan tersendiri. Karenanya harus dibahas lebih lanjut untuk menganalisa dalam memberikan arah dukungan di antara keduanya.

"Kang Demiz sudah relatif memperoleh dukungan partai menurut saya, kalau Kang Emil sangat populer tapi masih harus bekerja mencari dukungan partai karena baru satu partai," ujarnya.

Bima juga mengaku dirinya didorong untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018. Namun melihat perolehan kursi PAN di Jawa Barat, secara realistis PAN lebih mengincar posisi calon wakil gubernur. Meski masih merasa nyaman di Bogor, Bima mengaku siap jika nanti dicalonkan berpasangan untuk memenangkan Pilgub Jawa Barat. Jika harus berpasangan, ia mengaku lebih cocok dengan Ridwan Kamil.

"Terakhir saya berkomunikasi dengan Kang Emil. Kalau saya dengan Kang Emil kan memang chemistry nya sudah nyambung tapi kan saya juga harus menunggu kebijakan partai PAN kemana," tutur dia.

Ia menyebutkan partainya akan segera memutuskan siapa calon yang akan diusung dan juga arah koalisi. Dalam waktu dekat PAN akan memggelar Rakernas di mana salah satu pembahasannya adalah Pilgub dan Pilkada serentak 2018.