Selasa , 21 March 2017, 06:09 WIB

Pesan Gus Solah Usai Bertemu Anies-Sandi

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Angga Indrawan
Republika/Wihdan Hidayat
Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah).
Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berkunjung ke kediaman KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/3) malam. Gus Solah mengaku menitipkan pesan kepada pasangan yang diusung Gerindra dan PKS ini untuk terus menjaga persatuan selama proses dan setelah Pilkada DKI.

"Kita harus berusaha dan menjaga ketika pemilihan dan setelah pemilihan. Kita tidak ingin bangsa kita terpecah karena pilkada," kata Gus Solah.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur ini mengatakan, tak ada yang lebih penting dari persatuan dan keutuhan bangsa. Kontestasi Pilkada DKI tak boleh merusak kedamaian dan persatuan yang telah dibangun sejak lama. Sekeras apapun persaingan, semua pihak harus menjaga perdamaian.

Gus Solah mengaku kenal dengan Anies dan Sandi sudah lama. Adik kandung Gus Dur itu mengenal cukup baik dengan Anies dan Sandi. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu, kata Gus Solah, hanya silaturahmi sekaligus dialog untuk mendengarkan pengalaman Anies-Sandi selama menjalani Pilkada DKI Jakarta.

"Mereka bercerita pengalaman kemarin betapa beratnya menjalani kampanye. Kepala di bawah, kaki di atas," ujar Gus Solah.

Anies Baswedan mengaku nasehat Gus Solah tentang persatuan dan kebersamaan sangat penting untuk diwujudkan. Untuk itu, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini berharap Pilkada DKI dapat berjalan jujur, adil dan demokratis.

"Kita ingin agar kebersamaan dan persatuan dijaga. Itu pesan utamanya. Dan kami Insya Allah jaga amanat itu," kata Anies.