Senin , 16 January 2017, 09:43 WIB

Soal Pilkada 2017, Tokoh Tarekat: Umat Islam Bersatulah

Red: Nasih Nasrullah
Republika/Prayogi
Relawan membagikan makanan dan minuman kepada peserta aksi super damai 212 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (2/12).
Relawan membagikan makanan dan minuman kepada peserta aksi super damai 212 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (2/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Tokoh Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat dan Tangerang Selatan, KH Achmad Djayadi Thohir mengajak umat Islam Indonesia bersatu dan jangan mudah diadu domba. 

Imbauan ini menyusul maraknya isu dan fitnah yang yang tidak bertanggungjawab ke sejumlah tokoh-tokoh ulama. Baik yang beredar di dunia maya ataupun yang sengaja dihembuskan di tengah-tengah umat secara langsung. 

“Kita harus bersatu tidak boleh mudah dipecahbelah,” katanya ditemui Republika.co.id di sela-sela Peringatan Maulid Nabi SAW dan Tablig Akbar di Masjid al-Ma’mur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad (16/1) malam. 

Bahkan menurut Kiai Achmad, persatuan ini sangatlah penting terutama menghadapi kontestasi Pilkada 2017. Pentas demokrasi memberikan ruang bagi siapapun dengan latarbelakang partai, ideologi, dan pergerakan apapun. 

Jika posisi-posisi strategis tersebut tidak dapat di kuasai umat Islam, ia menilai ini akan sangat tidak menguntungkan ke depan. “Apalagi di DKI Jakarta,” tuturnya, 

Pilkada DKI Jakarta, ujar dia, merupakan peta pertaruhan umat Islam. DKI Jakarta sebagai kota metropolitan dan ibu kota menjadi acuan bagi potret keberhasilan politik umat Islam. “Jangan sampai kita kecolongan lagi,” katanya. 

Lebih lanjut, dia pun meminta aparat penegak hukum adil, transparan, dan netral dalam proses pengadilan tersangka kasus penistaan agama, gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Langkah salah menghadapi pengadilan kasus tersebut, ungkap dia, bisa menyebabkan kerawanan nasional dan preseden yang buruk. Ia mengingatkan agar umat Islam menahan diri dan tidak terprovokasi.