Jumat , 06 Oktober 2017, 16:08 WIB

Pemprov Jabar Jalin Kerja Sama dengan Investor Negara Islam

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Prayogi
Kendaraan melintas di samping proyek infrastruktur transportasi. (ilustrasi)
Kendaraan melintas di samping proyek infrastruktur transportasi. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat menjalin kerja sama di bidang pembangunan dengan para investor dari negara Islam dan Timur Tengah. Mereka, tergabung dalam Islamic Development Bank (IDB), Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), dan IDB Group Business Forum THIQAH.

Menurut Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah, Alwi Shihab, melalui forum investasi Jawa Barat yang dilaksanakan di Gedung Sate, Jumat (6/10), Pemerintah Jawa Barat menjelaskan lebih jauh sejumlah proyek yang dapat dikerjasamakan dengan para investor dari negara Islam tersebut. Yakni, mulai dari proyek infrastruktur, energi, sampai pariwisata.

"IDB menyediakan alokasi 5 miliar dolar Amerika untuk Indonesia, baik untuk pemerintah atau swasta. Ini yang harus kita kejar, yaitu proyek-proyek yang bankable," ujarAlwi di Gedung Sate, Jumat (6/10).

Alwi mengatakan, dana tersebut harus layak. Jadi, dana tersebut tak menganggur untuk membiayai proyek pemerintah dan swasta. Forum ini, menyatakan Jabar menjadi tempat investasi sekaligus destinasi yang baik. Jabar menjadi tempat yang diminati para pengusaha Timur Tengah karena memiliki kesamaan kultur dan kebiasaan, dibandingkan dengan Bali.

"Yang penting sekarang Pemda berikan penjelasan apa saja yang jadi prioritas. Apa yang diberikan kepada para investor dalam memutuskan rencana mereka. Perlu juga ditekankan bahwa perusahaan yang diminati harus bankable," katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, terdapat banyak proyek pembangunan di Jawa Barat. Yakni, dari mulai infrastruktur transportasi berupa LRT di Bandung Raya dan Cirebon, sampai pembangunan sejumlah ruas jalan tol.

Jawa Barat pun, kata dia, memiliki proyek pembangunan Bandarudara Internasional Jawa Barat di Majalengka dan rencana pembangunan bandara lainnya di Pangandaran sampai Sukabumi. "Sehingga ke depannya tumbuh kepariwisataan yang banyak dan beragam di Jawa Barat," katanya.

Deddy Mizwar mengatakan, kini saatnya Jawa Barat mengembangkan halal tourism atau pariwisata halal tingkat dunia. Halal tourism ini memiliki pasar dan potensi yang luas. Selain untuk wisatawan muslim, juga untuk wisatawan lainnya yang menginginkan wisata ramah keluarga.