Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Quick Count Puskaptis: Aher Unggul

Minggu, 24 Februari 2013, 15:58 WIB
Komentar : 0
Antara/Sigid Kurniawan
Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memegang poster bertuliskan "4her 4 J4W4 B4R4T" saat berkampanye di Lapangan Bilabong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil hitung cepat (quick count) pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) oleh Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), mencatatkan, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar menjadi pemenang.

Pasangan Aher-Demiz dalam hitung cepat Puskaptis, unggul dengan persentase 32,71 persen. Urutan kedua diraih pasangan Rieke Dyah Pitolaka-Teten Masduki dengan angka 28,15 persen. Selanjutnya urutan ketiga ditempati Dede Yusuf-Lex Laksamana dengan perolehan suara 24,87 persen.

Kemudian, pasangan Yance-Tatang Farhanul menempati urutan keempat dengan perolehan 12,54 persen, dan pasangan independen Didik Mulyana-Cecep Nana hanya meraih 1,86 persen.

Direktur Puskaptis Husin Yazid mengatakan, hitung cepat itu dilakukan di 26 kabupaten/kota, 60 kecamatan, 100 kelurahan dengan mengambil sampel 440 tempat pemungutan suara (TPS). Data yang masuk sudah 100 persen.

Disebutkannya, teknik surveimenggunakan multistage randon sampling serta margin of error satu persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil hitung cepat itu, kata Husin, membuktikan kebenaran data yang dilakukan Puskaptis dalam empat survei sebelumnya. Dia mengatakan, trend pasangan yang diusung PKS dan PPP itu memang stabil dan cenderung selalu di atas.

Dengan hasil itu, kata Husin, survei Puskaptis membuktikan analisis Pilgub Jabar hanya dilakukan satu putaran. “Dengan perolehan suara di atas 30 persen, maka pemilihan tidak perlu dua putaran,” kata Husin dalam siaran persnya.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Nidia Zuraya
3.403 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...