Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Antisipasi Tsunami, Cilacap Bangun Bukit Buatan

Sabtu, 29 September 2012, 10:20 WIB
Komentar : 0
Rahmad/Antara
Sejumlah warga Kampung Jawa Lama berlarian keluar rumah menyelamatkan diri setlah mendengar isu tsunami pasca gempa melanda Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Rabu (11/4).
Sejumlah warga Kampung Jawa Lama berlarian keluar rumah menyelamatkan diri setlah mendengar isu tsunami pasca gempa melanda Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Rabu (11/4).

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap akan membangun bukit buatan pada 2013. Bukit itu akan dijadikan sebagai tempat evakuasi bagi warga jika terjadi bencana tsunami.

"Kami sudah beberapa kali menggelar pertemuan dengan BNPB. Kami belum tahu pasti kapan dimulainya, tapi komitmen BNPB akan dibangun pada 2013," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Wasi Ariyadi di Cilacap, Sabtu.

Menurut dia, pembangunan bukit buatan ini direncanakan mendapat alokasi dana yang bersumber dari APBN, sedangkan Pemerintah Kabupaten Cilacap hanya diminta menyiapkan lahan.

Terkait rencana pembangunan bukit buatan ini, dia mengatakan, pihaknya telah mengusulkan tiga lokasi, yakni lahan bekas PT Aneka Tambang, Sentolo Kawat, dan Tegal Asri. "Kami belum tahu berapa yang direalisasikan," katanya.

Ia mengatakan, ketinggian bukit buatan tersebut akan disesuaikan dengan elevasi lahan dan kajian teknis terkait jangkauan gelombang tsunami.

"Ketinggian minimal 10 mdpl (meter di atas permukaan laut)," kata dia menjelaskan.

Dalam kesempatan berbeda, Wasi Ariyadi mengatakan, lahan bekas PT Aneka Tambang menjadi salah satu lokasi yang diusulkan karena memiliki luas sekitar 4 hektare dan memiliki jarak sekitar 600 meter dari bibir Pantai Teluk Penyu Cilacap sehingga dapat ditempuh dalam waktu lima hingga 15 menit dari permukiman warga dengan berjalan kaki.

Menurut dia, bukit buatan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 9.000 jiwa yang mayoritas bermukim di wilayah rawan bencana tsumani.

Dengan demikian, dia mengharapkan, keberadaan bukit buatan ini nantinya dapat mengurangi kepadatan jalur evakuasi menuju Jeruklegi dan sekitarnya saat terjadi tsunami.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar