Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ada Peran Elite di Konflik Sunni-Syiah

Selasa, 18 September 2012, 21:10 WIB
Komentar : 0
Antara
Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Djalaludin Rakhmat
Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Djalaludin Rakhmat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Djalaludin Rakhmat menyatakan ada banyak faktor penyebab terjadinya kerusuhan di Sampang, Madura. Dia menengarai ada peran elite di antara konflik tersebut. Ada motif-motif lain seperti politik, keluarga di balik itu.

"Sebagai contoh dalam kasus insiden Sampang, motif politik dan keluarga kemudian diberi warna agama melalui konflik Sunni-Syiah," kata dia, di Jakarta, Selasa (18/9).

Dia menambahkan ada pihak-pihak lain yang ingin memecah belah kaum Sunni dan Syiah baik di tingkat nasional maupun global. "Sebenarnya Sunni dan Syiah di sana tidak ada apa-apa. Masalah itu malah ada di kalangan elite yang punya kepentingan tertentu," kata dia.

Terkait hal itu, Djalal mengatakan rakyat kecillah yang justru jadi korbannya. "Mereka tidak punya kemampuan untuk menghadapi kepentingan elite tersebut. Apalagi jika dilihat, warga di sana banyak yang miskin. Kiai-kiainya saja miskin, kecuali Kiai yang sudah di tingkat nasional," kata dia.

"Waktu penyerangan kemarin, ada pengerahan 46 truk, dan puluhan jerigen. Ini, tentunya butuh banyak biaya. Darimana mereka mendapatkannya? Pasti ada yang membiayai," kata Djalal.

Djalal menambahkan kondisi tersebut diperparah dengan lemahnya penegakan hukum. "Harus ada tindakan tegas dari pemerintah. Siapa saja yang bertindak kejahatan harus dihukum. Karena kuasa itu ada di tangan pemerintah. Dan tentunya penyerangan tersebut telah melanggar konstitusi," katanya.

Djalal mencontohkan kasus berbau SARA juga pernah terjadi di Bondowoso. Namun, kasus itu tidak terjadi lagi karena pelakunya sudah ditangkap dan dihukum oleh pengadilan.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Djibril Muhammad
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...