Kamis, 26 Safar 1436 / 18 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Peneliti: Pertanian Lahan Kering Dominasi Pertanian NTT

Kamis, 13 September 2012, 11:23 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Peneliti pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Naibonat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir Tony Basuki, MSi., mengatakan sistem pertanian di NTT masih didominasi pertanian lahan kering.

''Hal ini terjadi karena secara alamiah, sebagian besar wilayah di daerah kepulauan ini ditunjang oleh sumberdaya lahan kering beriklim kering," katanya di Kupang, Kamis, terkait pekan pertanian lahan kering iklim kering nasional dipusatkan di Kupang.

Namun menurut kandidat doktor Ilmu Pertanian pada Faperta-UGM itu, sumberdaya lahan kering di daerah ini bukanlah menjadi alasan bahwa NTT tidak bisa mensejahterkan petani melalui pertanian. Sebaliknya, kata Tony Basuki, sumberdaya ini merupakan bagian dari keunggulan komparatif dari wilayah ini.

"Ini terbukti dari beberapa komoditas unggulan dari daerah ini seperti jeruk keprok Soe, jagung, kacang tanah, kakao, kacang hijau, jambu mente dan ternak," katanya.

Semua komoditas tersebut diakui eksistensinya dari sisi kualitas. Walaupun dari sisi kuantitas, hal tersebut masih menjadi masalah.

Dengan demikian, kinerja pembangunan pertanian di NTT masih bisa harus digenjot jika semua pihak serius dan berkomitmen bersama untuk mengurai sumber-sumber kompleksitas. Sumber-sumber kompleksitas yang dimaksud antara lain luas lahan dan produktivitas hampir semua komoditas pertanian, baik tanaman pangan ataupun tanaman perkebunan.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...