Friday, 8 Jumadil Awwal 1436 / 27 February 2015
find us on : 
  Login |  Register

Terhempas Angin Kencang, Kapal Penumpang Kandas di Bali

Saturday, 08 September 2012, 22:17 WIB
Komentar : 1
antara
Kapal cepat
Kapal cepat

REPUBLIKA.CO.ID, PADANGBAI -- Kapal Penumpang Refilia II yang melayani penyeberangan dari Lembar (Lombok) ke Padangbai (Bali) kandas sekitar 250 meter dari dermaga Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali. Kapal kandas sekitar pukul 17.00 WITA.

Angin kencang yang berhembus sejak Sabtu pagi diduga membuat kapal sulit dikendalikan dan akhirnya terseret arus ke bagian air laut yang dangkal. Pada saat kejadian air laut memang sedang surut.

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, karena semua penumpang berhasil dievakuasi," kata Manajer Oprasional PT  Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Padangbai, Asril.

Asril mengatakan, pihaknya yang dibantu personel dari Polsek Laut Padangbai berhasil mengevakuasi 187 orang dalam waktu dua jam.

Hembusan angin kencang di Bali diperkirakan akan berlangsung selama dua hari kedepan. Kendati demikian, pihak administrator menyatakan belum perlu menutup penutupan pelabuhan atau bahkan menghentikan penyeberangan.


Reporter : Ahmad Baraas
Redaktur : Hazliansyah
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mengapa Bank Syariah Lambat Tumbuh?
JAKARTA -- Meski berpenduduk mayoritas Islam, pertumbuhan bank syariah masih terlihat lesu. Direktur PT Bank Syariah Mandiri,  Agus Dwi Handaya menilai ada beberapa...