Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Banjir Aceh Tenggara Akibat 'Illegal Logging'

Minggu, 19 Agustus 2012, 16:07 WIB
Komentar : 0
Antara/Ampelsa
Banjir bandang menghanyutkan jutaan kubik kayu gelondongan hasil illegal logging di Aceh (ilustrasi).
Banjir bandang menghanyutkan jutaan kubik kayu gelondongan hasil illegal logging di Aceh (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Kapolda Aceh Irjen (Pol) Iskandar Hasan, menyatakan banjir bandang yang menghantam kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, akibat masih adanya aksi pembalakan hutan (illegal logging). "Salah satu penyebab banjir bandang Aceh Tenggara yang telah menelan korban jiwa itu akibat masih adanya praktik illegal logging," katanya, kemarin malam.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Aceh Iskandar Hasan menanggapi bencana banjir bandang di Aceh Tenggara. Provinsi itu jadi salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Utara. Praktik ilegal logging telah berdampak kesengsaraan kepada masyarakat dan pihak kepolisian tidak menolerir praktik pelanggaran hukum, khususnya pembalakan liar di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Ia menyebutkan, informasi terakhir diperoleh ada enam orang di kecamatan Leuser telah menjadi korban dan dua orang diantaranya ditemukan tewas, dan empat masih dalam pencarian. Kapolda Irjen Iskandar Hasan, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Kapolres Aceh Tenggara untuk membantu penanganan darurat, khususnya pencarian korban yang belum ditemukan.

"Ini menjadi keprihatinan dari peristiwa yang terjadi di akhir Ramadhan. Saya sudah meminta Kapolres Aceh Tenggara menurunkan tim mengevakuasi masyarakat dan ikut membersihkan areal penduduk yang tertimpa musibah," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Indra Gunawan banjir juga diakibatkan curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir. Empat desa di kabupaten 'seribu bukit' itu yakni Naga Timbul, Suka Damae, Sepakat, dan Desa Punce Nali, Kecamatan Leuser.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengurangan Subsidi BBM Pemerintahan Baru RI
WASHINGTON -- Larinya modal akibat normalisasi kebijakan fiskal Amerika membuat investor berpikir dua kali sebelum menanam modal di negara emerging market termasuk Indonesia. Untuk...