Jumat, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Memalukan, Pejabat Palembang Berkelahi Usai Dilantik

Senin, 30 Juli 2012, 17:41 WIB
Komentar : 2
dailygrindhouse.com
Kepalan tangan, tinju (Ilustrasi)
Kepalan tangan, tinju (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG- Dua oknum pejabat Pemkot Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/7) berkelahi usai dilantik untuk menempati posisi baru di lingkungan pemerintah setempat. Dilaporkan bahwa dua pejabat--yang seharusnya memberikan contoh sikap baik kepada masyarakat--berkelahi tepat usai acara pelantikan.

"Tindakan dua orang oknum aparatur pemkot itu sangat memalukan, seharusnya mereka sebagai panutan yang berfungsi sebagai pelayan masyarakat memberikan contoh lebih baik. Bukan malah berkelahi apalagi kini sedang bulan Ramadan," kata salah seorang PNS yang menyaksikan insiden itu.

Seorang saksi, mengatakan keributan kedua oknum berinisial Hs dan Ib tersebut terjadi sejak sebelum pelantikan. Akibat keributan kecil tersebut kedua pejabat eselon tiga itu terpaksa dipisahkan tempat duduknya berjauhan sesaat sebelum dilantik.

Menurut dia, tidak menyangka kalau perseteruan tersebut berlanjut di luar ruangan pelantikan itu, sebab sebelumnya kedua oknum sempat bersitegang dan cekcok mulut. Sementara perkelahian itu berlanjut sampai ke areal parkir kantor Pemerintah Kota Palembang yang disaksikan banyak pegawai PNS setempat.

Salah satu oknum, Hs merupakan pejabat eselon III itu terluka akibat pukulan lawannya yang juga pejabat. Perkelahian tersebut akhirnya berhenti, setelah dipisahkan sejumlah pegawai dan tamu pemkot.
Kejadian tersebut, hingga saat ini mulai menjadi pergunjingan di kalangan PNS, bahkan sejumlah tamu yang kebetulan menyaksikan peristiwa tersebut.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kewajiban Muslim Penuhi Hak-Hak Binatang
JAKARTA -- Ketua Pemuliaan Lingkungan Hidup & SDA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Hayu Prabowo menuturkan sudah menjadi kewajiban seorang Muslim untuk...