Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gubernur Minta Pilgub Lampung Mundur 2015

Minggu, 29 Juli 2012, 14:44 WIB
Komentar : 2
Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP
Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, mengusulkan kepada pemerintah pusat agar penyelenggaraan pemilihan umum gubernur (pilgub) Lampung mundur hingga tahun 2015 setelah pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014. Pemunduran ini untuk mengantisipasi pengulangan pilgub selalu berbenturan dengan pilpres setiap  masa jabatan berakhir.

"Ini (pelaksanaan pilgub mundur) bukan untuk kepentingan saya, tapi untuk gubernur berikutnya," kata Sjachroedin di Bandar Lampung, Ahad (29/7). Masa jabatan Sjachroedin berakhir 2 Juni 2014, bertepatan dengan pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pilpres. Di dalam aturannya, tidak diperkenanan adanya pilkada pada masa itu.

Menurut dia, bila semua pihak memaksakan pilgub berlangsung sebelum pileg dan pilpres, maka kondisi gubernur ke depan akan terulang seperti hal ini terus. Akibatnya, pada masa kepemimpinan gubernur selalu ada rentang waktu jabatan satu tahun, tidak terkonsentrasi untuk melaksanakan pembangunan di daerah lagi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, mengusulkan untuk mempercepat penyelenggaraan pilgub pada tahun 2013, atau setahun lebih cepat dari masa berakhirnya gubernur sekarang. Ketua KPU Lampung, Edwin Hanibal, menyatakan pihaknya sudah mempersiapkan agenda pilgub tahun 2013, dan mengajukan kepada eksekutif soal anggaran pilgub tahun depan. KPU Pusat pun sudah dikirimi surat mengenai hal ini.

Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Dewi Mardiani
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Sapuan Rabu, 8 Agustus 2012, 23:57
Jgn sesudah sebelum aja.. Enak bener sesudah tambah uang dong para pejabat.....

Tidak ada kaitanya pembangunan dilapung dgn pileg, pilpres..... Cuma akal2an aja buat memperpanjang masa aktip....... Gx masuk akal...
Kesulitan itu dah resiko pejabat, konsekuen waktu dong pak...