Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hati-hati, Modus Pemalsuan Uang Kian Canggih

Jumat, 27 Juli 2012, 16:13 WIB
Komentar : 1
Antara
Uang palsu
Uang palsu

REPUBLIKA.CO.ID, PALU - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah (Sulteng) Rahmat Hernowo mengemukakan, modus pemalsuan uang kertas di wilayahnya saat ini makin canggih, yakni dengan cara membelah uang asli.

"Uang palsu dengan modus dibelah itu ditemukan pada Mei 2012 dengan pecahan Rp 50 ribu," katanya di Palu, Jumat (27/7).

Dia mengatakan pelaku membelah uang asli menjadi dua bagian. Selanjutnya satu sisi uang asli ditempel dengan belahan uang palsu yang telah disiapkan. Rahmat sendiri mengaku kebingungan bagaimana cara pelaku membelah uang kertas. "Pasti ini alatnya canggih," katanya.

Sebelumnya, uang palsu yang ditemukan di Sulawesi Tengah hanya berupa cetakan uang mirip aslinya. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang.

Untuk kasus uang palsu dengan cara dibelah, katanya, masyarakat diimbau tidak hanya cukup meraba, tapi harus diterawang. "Jika meraba hanya satu sisi saja mungkin tidak tahu kalau uang itu palsu," katanya.

Pada awal Juli 2012, Jajaran Polsek Tawaeli, Kota Palu, menangkap seorang pengedar uang palsu asal Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Selain pelaku, polisi juga menyita barang bukti uang palsu sebanyak Rp 11,3 juta. Uang palsu itu berupa pecahan dengan nominal Rp 100 ribu.

Data Bank Indonesia Sulawesi Tengah mencatat temuan uang palsu di wilayahnya selama kurun empat tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada 2012 tercatat 41 lembar uang kertas palsu yang ditemukan, kemudian naik menjadi 44 lembar pada 2010, dan pada 2011 ditemukan sebanyak 82 lembar uang palsu berbagai pecahan.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...