Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1436 / 23 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pulau tak Berpenghuni di NTT akan 'Dijual'

Thursday, 19 July 2012, 06:59 WIB
Komentar : 5
Salah satu pulau tak berpenghuni di NTT
Salah satu pulau tak berpenghuni di NTT

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) NTT, Thobias Uly mengatakan ratusan pulau tanpa penghuni di NTT memiliki peluang untuk 'jualan' di bidang pariwisata, sehingga bisa menjadi pilar dinamika perekonomian.

"Pulau tak berpenghuni di wilayah NTT terbilang banyak, karena itu BKPMD menggagas untuk menjadikan pulau-pulau tersebut masuk dalam investasi baru di bidang pariwisata agar bisa menjadi lokomotif pembangunan di NTT," kata Thobias Uly di Kupang, Kamis (19/7)

Menurut dia, saat ini dibutuhkan banyak investor yang bisa menanamkan modalnya untuk membangun NTT menjadi lebih baik dan sejahtera. Karena itu Pemerintah Provinsi NTT terus berusaha menggali potensi daerah untuk mengundang investor datang ke NTT, salah satunya membuka investasi di pulau tak berpenghuni.

"Pulau tak berpenghuni yang tersebar di NTT berpotensi di jadikan tempat wisata, karena itu kami akan membuka peluang investasi bagi investor yang ingin mengelolanya," kata Thobias Uly yang juga mantan Penjabat Bupati Kabupaten Sabu Raijua.

Untuk merealisasi rencana tersebut, BKPMD NTT akan mengusulkan gagasan itu ke DPRD agar bisa dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai kekuatan hukum.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT ini mengatakan selain membuka peluang baru, pihaknya juga mendorong investasi yang saat ini sedang digalakkan di NTT yakni investasi di bidang kelautan dan pariwisata.

Ia menyebutkan rencana investasi NTT 2011 sebanyak Rp1,779 triliun lebih. "Kami berharap rencana investasi itu bisa terwujud di 2012 sehingga bisa mengatasi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat NTT," ujarnya.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Alasan Menteri Agama Terkait Lahirnya RUU PUB
JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan lima hal yang menjadi bagian dari lahirnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Umat Beragama (PUB). Pertama,...