Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

10 Produsen Sembako Diminta Gelar Pasar Murah

Tuesday, 10 July 2012, 08:29 WIB
Komentar : 1
Antara
Pasar murah minyak goreng kemasan
Pasar murah minyak goreng kemasan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi (pemprov) Lampung meminta 10 produsen dan distributor sembako ternama di Lampung menggelar pasar murah menjelang puasa dan Idul Fitri. Pasar murah itu untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang sudah bergerak naik sebelum puasa tiba.

Ke-10 produsen dan distributor sembako tersebut yakni PT Sugar Group Company (gula), PT Gunung Madu Plantations (gula), Bulog Divre Lampung (beras), PT Sinar Laut (minyak goreng), PT Bumi Waras (minyak goreng), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (mentega, dan telur), Indoofood Sukses makmur (mi instan), Asosiasi Pedagang Sapi (daging sapi), UD Kanaan (telur ayam ras).

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (diskoperindag) Lampung, rencananya akan mengadakan rapat dengan 10 produsen dan distributor sembako itu hari ini, Selasa (10/7). Rapat untuk meminta produsen dan distributor siap mensuplai barang kebutuhan pokok pada pasar murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Rencananya rapat Selasa ( 10/7) ini,” kata Kadis Koperindag Lampung, Ardhy Wijaya.

Rapat dengan 10 produsen dan distributor sembako ini akan berlangsung di ruang rapat dinas tersebut, dihadiri segenap instansi pemerintah terkait, seperti Kantor BI, Jamsostek, dan lembaga lainnya.
Pertemuan ini dipimpin kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri. Rencananya, pasar murah ini akan digelar pada 16-18 Juli mendatang. Seterusnya dilakukan di beberapa kabupaten di Lampung.


Reporter : Mursalin Yasland
Redaktur : Hazliansyah
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Snapchat Siap Saingi Facebook dan Twitter
WASHINGTON DC -- Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga...