Sunday, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

2016, Jatim Miliki 'Wakatobi' di Kepulauan Sumenep

Wednesday, 04 July 2012, 16:05 WIB
Komentar : 1
sulawesitourguide.com
Salah seorang penyelam menikmati keindahan bawah laut Wakatobi (ilustrasi)
Salah seorang penyelam menikmati keindahan bawah laut Wakatobi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, 2016, SURABAYA -- Restorasi terumbu karang telah gencar dilakukan semua pihak di Jawa Timur. Pasalnya, terumbu karang dan keanekaragaman bawah laut bisa menjadi potensi luar biasa pariwisata Indonesia.

Hal itulah yang saat ini jadi bidikan Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur. Merujuk pada kepulauan Wakatobi, Jatim tengah menggagas Kepulauan Kapajang yang kependekan dari nama Pulau Kangean, Paleat, dan Sepanjang yang ada di wilayah Sumenep, Madura. Kapajang akan disulap menjadi kepulauan wisata terumbu karang layaknya Wakatobi.

"Targetnya 2016, Kapajang selesai menjadi daerah wisata," kata Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan, Erjono, Rabu (4/7).

Erjono menambahkan, potensi paling besar wisata terumbu karang memang terletak di Kepulauan Sepanjang. Sebab, terumbu karang di wilayah itu masih sedikit prosentase kerusakannya.

Selain itu, tambah ketua Forum Pemerhati Terumbu Karang Jatim ini, pada saat yang sama akan dilangsungkan even internasional Atlantic Chalenge. Hai itu merupakan potensi besar untuk mempromosikan Kapajang pada wisatawan asing. Terlebih, Kapajang lebih dekat dengan Pulau Bali dibanding Madura. Jarak tempuh dari Kalianget sekitar 6 jam, sedang dari Pulau Bali hanya 3 jam.

"Bidikan kita, Kapajang dapat menarik wisatawan yang ada di Bali," tambahnya.

Saat ini, masih banyak masalah yang harus diselesaikan untuk mewujudkan impian 'Wakatobi' Jatim ini. Selain persoalan restorasi terumbu karang, akses transportasi juga menjadi masalah serius untuk segera digarap. Sebab, saat ini sarana transportasi masih sangat minim untuk mencapai Kapajang.

Menurut Erjono, saat ini akses untuk menuju ke Kapajang hanya dengan kapal cepat atau Jet Foil dari Pelabuhan Kalianget. Itupun hanya beroperasi 3 kali seminggu jika cuacanya cerah.

Selain akses transportasi, masalah lain adalah ketersediaan makanan, penginapan, dan pemandu untuk ketersediaan obyek wisata.

Untuk menyelesaikan masalah itu, tambah Erjono, pihaknya harus menggandeng banyak pihak yang masih berhubungan. Seperti TNI AL, Polisi Air, Kelompok Masyarakat Pengawas terumbu karang.

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Hazliansyah
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...