Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Petani Padang Lawas Cegat Mobil Rombongan Menhut

Friday, 29 June 2012, 19:21 WIB
Komentar : 3
Antara
Menhut Zulkifli Hasan melepas Tim Ekspedisi Khatulistiwa
Menhut Zulkifli Hasan melepas Tim Ekspedisi Khatulistiwa

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Petani Kabupaten Padang Lawas yang menginap di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara berupaya mencegat rombongan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang menghadiri pembukaan Jambore Remaja se-Asean di Lapangan Benteng Medan, Jumat.

Awalnya, puluhan petani yang juga terdiri dari sejumlah ibu rumah tangga itu membentangkan spanduk yang berisi tuntutan agar pemerintah membantu perjuangan mereka yang merasa tanahnya diserobot dua perusahaan di Padang Lawas.

Namun, ketika rombongan Menhut Zulkifli Hasan akan keluar melalui gerbang Lapangan Benteng yang berada di depan gedung Pengadilan Negeri Medan, puluhan petani langsung bergerak berupaya mencegat laju rombongan menteri.

Dengan berteriak dan menyampaikan sejumlah tuntutan, puluhan petani tersebut berdiri sambil berusaha menahan mobil yang dinaiki Menhut Zulkifli Hasan. Namun tindakan puluhan petani itu gagal karena dicegah sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Brigade Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI).

Salah seorang pengunjuk rasa Ronald Nasution mengatakan, pihaknya hanya ingin menyampaikan aspirasi tentang penyerobotan lahan yang dilakukan dua perusahaan yang bergerak di bidang hasil tanaman hutan di Padang Lawas.

Jika memungkinkan, pihaknya ingin Menhut Zulkifli Hasan berdialog dengan petani mengenai solusi yang perlu dilakukan agar lahan mereka dapat kembali. Pihaknya juga tidak berkeinginan untuk mengganggu atau mengacaukan kegiatan yang dihadiri puluhan remaja dari sejumlah negara tersebut.

"Buktinya, kami hanya bergerak ketika kegiatan di tempat itu selesai," katanya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...