Tuesday, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dor..Rumah Bupati Bengkulu Tengah Kena Peluru Nyasar,Satu Cedera

Monday, 25 June 2012, 14:18 WIB
Komentar : 0
Senjata api (Ilustrasi)
Senjata api (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah peluru nyasar mengenai kediaman Bupati Bengkulu Tengah, Feri Ramli di Jalan Basuki Rahmad, Bengkulu pada Ahad (24/6) sekitar pukul 23.30 WIB. Timah panas itu berasal dari senjata api milik polisi yang saat itu sedang mengejar pelaku narkoba yang berjarak 500 meter dari rumah Feri Ramli.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu, AKBP Hery Wiyanto, menjelaskan penembakan tersebut terjadi saat anggota polisi direktorat narkoba Polda Bengkulu memburu pelaku narkoba yang kebetulan berada di depan rumah Bupati Bengkulu Tengah, Feri Ramli. Pelaku narkoba yang ditangkap yaitu berinisial RN.

Penangkapan RN ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka narkoba sebelumnya, Sukirno yang rencananya akan melakukan pertemuan transaksi narkoba di Simpang Suka Merindu, sekitar 500 meter dari kediaman Feri Ramli. Curiga saat bertransaksi, pelaku melarikan diri dan dikejar oleh anggota polisi serta mengeluarkan tembakan peringatan.

Tembakan peringatan ke atas sebanyak dua kali dan tembakan lurus dua kali yang dilepaskan salah satunya mengenai lengan seorang Satpol PP penjaga rumah Bupati Bengkulu Tengah, Ramdani.

Anggota polisi yang meletuskan tembakan tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Bengkulu.

"Korban tertembak peluru nyasar, Ramdani (26 tahun), merupakan anggota Satpol PP, kena luka tembak pada telapak tangan. Kondisi baik di RS Bhayangkara," jelas AKBP Hery Wiyanto kepada Republika, Senin (25/6).



Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Hazliansyah
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar