Kamis, 25 Syawwal 1435 / 21 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kelangkaan BBM Belum Teratasi

Senin, 25 Juni 2012, 09:44 WIB
Komentar : 0
Antara/Marifka Wahyu Hidayat
Antrean pembeli BBM di SPBU (ilustrasi).
Antrean pembeli BBM di SPBU (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya premium di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang sudah berlangsung hampir dua pekan terakhir hingga kini belum juga teratasi. Para petugas di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di kota itu, Senin (25/6), mengemukakan bahwa stok bensin sejak Ahad (24/6) siang masih kosong.

Sementara stok BBM lain, seperti pertamax di setiap SPBU masih cukup banyak, tetapi harga lebih mahal dibandingkan bensin. Harga pertamax mencapai Rp 9.500,00 per liter, sedangkan bensin hanya Rp 4.500,00 per liter.

Atik (26 tahun), seorang petugas SPBU di Jalan Towua, Palu Selatan mengatakan hingga kini belum juga mendapat pasokan premium dari Depot Pertamina. "Stok bensin di tangki penampungan sudah habis, kecuali untuk pertamax dan solar masih cukup banyak," katanya. Ia mengaku pasokan BBM dari Depot Pertamina ini sering terlambat. Akibatnya, saat BBM masuk, langsung diserbu konsumen.

Hal senada juga disampaikan Budi, seorang petugas SPBU di Jalan Kartini bahwa stok bensin saat ini masih kosong, kecuali solar dan pertamax. Pemilik kendaraan kurang suka menggunakan pertamax dan lebih memilih bensin karena selisih harga cukup tinggi. Soal kualitas sebenarnya lebih bagus pertamax dibandingkan bensin. "Saya pikir hanya masalah harga saja sehingga orang kurang begitu berminat menggunakan pertamax," katanya.

Kabag Humas Pemkot Palu Aspah menyatakan cukup heran dengan kelangkaan bensin karena informasi dari Depot Pertamina stok premium mencukupi kebutuhan. Setiap hari Depot Pertamina mensuplai BBM ke SPBU sesuai dengan jatah yang telah dialokasikan. "Kok stok bensin di SPBU setiap hari habis," katanya.

Menurut dia, bisa jadi kelangkaan ini sengaja dibuat sebagai upaya untuk memaksa masyarakat menggunakan pertamax. Soalnya, kata dia, pengguna pertamax di Palu selama ini sangat kurang.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar