Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gaji ke-13 PNS, Sulbar Siapkan Rp 7,1 Milyar

Selasa, 19 Juni 2012, 22:45 WIB
Komentar : 1
Gaji PNS - ilustrasi
Gaji PNS - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah menyiapkan dana sebesar Rp 7,1 miliar lebih untuk pembayaran gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2012 ini.

"Pembayaran ini diberikan kepada 2.360 PNS yang bekerja di lingkungan Pemprov Sulbar. Proses pembayaran akan segera kita laksanakan setelah edaran Peraturan Kementerian Keuangan (Permenkeu) RI nomor:89/PMK.05/2012 tentang petunjuk teknis pembayaran telah kita terima," kata Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, H Ridwan di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, proses pembayaran gaji ke-13 ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan paling lambat tuntas sebelum 25 Juni 2012.

"Dana yang dialokasikan untuk gaji ke-13 sudah ada. Kami tinggal menunggu SPM (Surat Perintah Membayar) dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulbar," ujarnya.

Ia mengatakan, besaran gaji yang akan diterima setiap PNS merupakan gaji tambahan penghasilan yang jumlahnya kurang lebih sama saja dengan gaji yang diterima PNS setiap bulannya.

"Jumlah gaji ke-13 tidak berbeda dengan gaji yang diterima PNS setiap bulannya," urainya.

Oleh karena itu, kata dia, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diharapkan segera memasukkan SPM agar proses pencairan bisa dilaksanakan secepatnya.

"Kebijakan pemerintah menyiapkan gaji ke-13 ini untuk menutupi beban ekonomi bagi PNS setelah musim tahun ajaran baru tiba. Dana ini bisa digunakan untuk kebutuhan untuk biaya sekolah bagi anak-anak," katanya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...