Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bentrok Antar Warga di Mesuji, Seorang Tewas

Senin, 18 Juni 2012, 20:52 WIB
Komentar : 24

REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG --- Bentrokan yang menelan korban jiwa kembali terjadi di kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Bentrok yang terjadi Ahad (17/6) dan menimbulkan korban jiwa satu orang warga tewas.

Bentrokan di kecamatan yang berbatasan dengan Provinsi Lampung tersebut terjadi sekitar Ahad petang pukul 17.00 WIB. Menurut beberapa warga, bentrok  terjadi antara warga Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji dengan anggota perkumpulan bela diri pencaksilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Peristiwa bentrok terjadi di lapangan blok C, Pasar Gajah, Desa Surya Adi yang berjarak sekitar 5 km dari Desa Pematang Panggang. Kecamatan Mesuji. Sore itu anggota PSHT tengah latihan bersama. Entah siapa yang memulai, lalu terjadi saling ejek antara anggota PSHT dengan warga. Lalu terjadi perkelahian antara lima orang berseragam PSHT dengan dua warga Pematang Panggang.

Warga yang mendengar kabar ada pengeroyokan terhadap warga Desa Pematang Panggang, mendatangi lapangan Pasar Gajah. Warga balas menyerang anggota PSHT. Akibat dari bentrok itu, Darmansyah seorang anggota PSHT dari Desa Surya Adi tewas dengan luka bacok. Beberapa orang lainnya menderita luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova kepada wartawan, Senin (18/6) menjelaskan, untuk mengamankan bentrok lanjutan, di lokasi kejadian sudah dikerahkan ratusan anggota Polres OKI dan anggota Brimob Polda Sumsel.

“Polri mengamankan TKP agar tidak peristiwa ini tidak. Polisi akan mengambil tindakan tegas bila ada yang ingin membuat kericuhan atau bentrok kembali,” kata Djarod Padakova.

Sementara itu, Senin (18/6) di Kecamatan Mesuji  bentrokan nyaris terjadi kembali.  Ratusan anggota PSHT dari Kecamatan Mesuji dan anggota PSHT yang berasal dari Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung ramai-ramai mendatangi Desa Pematang Panggang.

Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor sambil membawa perlengkapan senjata tajam, bambu runcing, dan senjata api kecepek (senjata api buatan warga) ke desa yang sudah ditinggalkan penduduknya.

Anggota PSHT ini mengepung Desa Pematang Panggang,  sementara warga desa yang pria berjaga-jaga di tengah desa, siap menyambut serangan balasan dari anggota PSHT.

Bentrokan urung terjadi, ratusan anggota Polres OKI dan Brimob bersama anggota Kodim OKI langsung melakukan blokir untuk memisahkan dua kelompok massa yang bertikai tersebut.

Untuk meredam bentrok antar warga tersebut, Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh dan Komandan Kodim 0204 Letkol Inf Manggaraja Siumanjuntak memfasilitasi perundingan antara dua kelompok yang bertikai tersebut. Hasil perundingan, anggota PSHT dan warga Desa Pematang Panggang sepakat untuk meredam terjadinya bentrok lanjutan.

Reporter : maspriel aries
Redaktur : Taufik Rachman
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  PSHT Kab. Tulungagung Jumat, 22 Juni 2012, 10:27
Kami saudara dari Kabupaten Tulungagung, jika diperlukan siap mengirim 16ribu warga PSHT.
SALAM PERSAUDARAAN
  isna Rabu, 20 Juni 2012, 12:00
pematang panggang sifatnya keras masih pedalaman, biar tau rasa diserang sh se-sumsel, belum lagi dari lampung, 4000 pasukan sh sudah dikirim ke sumsel untuk mengepung pp. hidup psht. beri pelajaran bagi pp
  jhon suka benar Rabu, 20 Juni 2012, 11:37
dari dulu org PP suka ribut...g mau terbuka...sok hebat...kayak masih hidup dijaman batu...mau menang sendiri
  LoveAJ Rabu, 20 Juni 2012, 11:03
saiya diam dulu, selama bukan keluarga atau kerabat yg dganggu, simple sih, klo aparat ga berani mengadili si pembunuh, biar warga yg mengadili..tp ini negara hukum, siapa yg bersalah hrs dihukum!!
  pribumi pematang panggang Rabu, 20 Juni 2012, 01:58
kami masyarakat pp mag keras bl dikerasin bs halus bla dihalusin,msalah slah bnar`a it urusan belakang,kami rela mati demi desa kami....