Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jelang Putusan, Seorang Tahanan Lapas Coba Bunuh Diri

Minggu, 17 Juni 2012, 00:10 WIB
Komentar : 1
Wordpress.com
Wanita bunuh diri (ilustrasi).
Wanita bunuh diri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Upaya bunuh diri dilakukan seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Muktasar (50) warga Serdang Bedagai melakukan upaya bunuh diri dengan melompat dari lantai II. Hingga kini Muktasar masih menjalani perawatan.

Kasubag Humas Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Safawi di Medan, Sabtu, mengatakan tahanan dalam kasus penipuan itu dirawat di Rumah Sakit Umum Deli Serdang setelah mengalami luka dibagian kepala belakang dan tulang pinggul juga patah.

Peristiwa bunuh diri itu, dituturkannya, terjadi di Lapas Kelas II B Lubuk Pakam, Rabu (13/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, petugas keamanan dari Kejari akan membawa Muktasar ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam untuk menghadiri sidang pembacaan putusan dari majelis hakim.

Ketika Muktasar yang dibawa dari dalam sel dan akan dimasukkan ke dalam mobil tahanan, mencoba melarikan diri ke blok tahanan Dahlia dan terus melompat kebawah dari celah kawat jeruji.

"Tahanan yang nekad itu, saat ini masih dirawat di RSU Deli Serdang dan mendapat pengawalan dari petugas Lapas," ucap Safawi.

Dia menambahkan, mengenai penyebab kaburnya tahanan warga Lingkungan X Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai itu, belum diketahui. Namun, jelasnya, pihak Lapas Lubuk Pakam akan menyelidikinya.

"Lapas Lubuk Pakam akan mengusut kasus aksi bunuh diri yang dilakukan tahanan itu," kata Safawi.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Masa Depan Ekonomi Indonesia di Era Jokowi
WASHINGTON -- Salah satu tantangan terberat bagi Presiden RI Terpilih Joko Widodo adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai kendala struktural....