Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Harga Karet Anjlok Rp 5.000 per Kilogram

Selasa, 12 Juni 2012, 19:10 WIB
Komentar : 14
AGROBISNIS-ONLINE.BLOGSPOT.COM
Perkebunan Karet (Ilustrasi)
Perkebunan Karet (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,

PALEMBANG -- Petani karet di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai khawatir menyusul harga jual komiditi karet yang terus turun.  Di beberapa daerah sentra penghasil karet harga harga karet anjlok sampai Rp 5.000 per kilogram.

Harga karet di Kabupaten Empat Lawang anjlok dari harga sebelumnya Rp 8.000/ kg,  pada Selasa (12/6), harga karet di pasar Tebing Tinggi anjlok menjadi Rp 5.000/ kg.  Junaidi petani karet  dari Kecamatan Tebing Tinggi mengaku sempat kaget saat karet yang hendak dijualnya hanya dihargai Rp 5.000/ kg.

“Mungkin saja besok atau lusa harga karet bisa di bawah harga beras. Kalau sudah begitu bagaimana petani bisa memenuhi kebutuhan pokok,” katanya.

Pedagang pengumpul di pasar Tebing Tinggi mengaku terjadi penurunan harga karet.  Menurut beberapa pedagang pengumpul, anjloknya harga karet bukan hanya terjadi di Empat Lawang  tetapi juga di daerah lain di Sumatera Selatan.  “Harga karet di pasar internasional juga turun sekarang,” kata seorang pedagang tanpa menyebutkan berapa harga karet tersebut.

Petani karet di Kabupaten Banyuasin juga mengeluhkan anjloknya harga karet. Di daerah yang bertetangga dengan Kota Palembang tersebut  harga karet sudah sejak awal pekan ini hanya Rp 6.000 per kilogram.

Petani karet di Kecamatan Banyuasin III mengaku sudah merasakan anjloknya harga karet sejak dua pekan terakhir.  Menurut Imron petani karet di Banyuasin, harga karet awalnya Rp 8.500 per kilogram kemudian turun secara perlahan jadi Rp 7.000 per kilogram dan akhir pekan lalu anjlok sampai ke harga Rp 6.000 per kilogram. Harga karet di Banyuasin dengan kualitas baik sempat menjangkau harga tertinggi Rp 15 ribu per kilogram.

Imron dan beberapa petani karet di Banyuasin berharap agar harga karet kembali  normal sampai pada harga Rp 12 ribu per kilogram. 

Para petani khawatir jika harga terus anjlok, para petani tanaman keras itu akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup khususnya kebutuhan pokok.

“Apa lagi bulan depan sudah tahun ajaran baru perlu uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak dan setelah itu memasuki bulan Ramadhan,” ujarnya.

Reporter : Maspril Aries
Redaktur : Heri Ruslan
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  wong cilik Jumat, 7 Desember 2012, 08:20
rakyat kecil gak bisa jadi rakyat gede......wkwkwk......
  teguhbudiono Sabtu, 13 Oktober 2012, 20:49
memang nasib semua petani diindonesia .semua harga ditingkat petani tidak ada yang stabil pemerintah kurang peka terhadap rakyat .sabar saja ya para petani moga moga ada kenaikan harga
  warsito Rabu, 22 Agustus 2012, 14:21
semoga deperindak segera mengecek dan menstabilkan harga , agar petani bisa memenuhi kebutuhan pokok
  Ardi Sabtu, 4 Agustus 2012, 23:51
kapan neh harga karet naik ?
  Yogi Jumat, 3 Agustus 2012, 10:03
apa solusinya ya?.....