Rabu, 14 Ramadhan 1436 / 01 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Asyik Pesta Sabu, Wakil Bupati Luwu Dibekuk

Senin, 11 Juni 2012, 11:59 WIB
Komentar : 1
matanews.com
Narkoba jenis sabu-sabu (ilustrasi).
Narkoba jenis sabu-sabu (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak ditangkap pihak Polda Sulawesi Selatan-Barat (Sulselbar) pada 9 Juni 2012 lalu. Polisi menangkap Syukur diduga karena terlibat dalam pesta narkotika jenis sabu. Saat ini kasus tersebut masih diselidiki Polda Sulselbar.

"Iya, ditangkap," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Polisi Chevy Ahmad Sopari yang dihubungi Republika, Senin (11/6).

Namun Chevy tidak menjelaskan kronologis penangkapan Syukur Bijak dengan detail. Saat dikonfirmasi mengenai Syukur Bijak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, ia tidak menjawabnya. Ia meminta untuk menghubunginya setengah jam lagi.

Rupanya Polda Sulselbar sedang melakukan gelar perkara kasus penangkapan Syukur Bijak dengan dugaan terlibat pesta sabu. Hal ini dikatakan Wakil Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makasar, Kompol Anwar Danu.

"Maaf, saat ini sedang gelar perkara. Nanti akan kita ketahui apakah ada tersangkanya," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Republika, Syukur ditangkap Satuan Narkoba Polrestabes Makasar dan Polda Sulselbar saat melakukan penggerebekan di Kompleks Villa Mutiara, Makasar. Saat penggerebekan itu, pemilik rumah, Afrianto, sedang melakukan pesta sabu.

Polisi pun menangkap tujuh orang dalam penggerebekan itu termasuk Syukur Bijak. Tujuh orang yang ditangkap juga telah dilakukan tes urin dan saat ini hasilnya dipaparkan dalam gelar perkara untuk menentukan mereka sebagai tersangka atau tidak.



Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Hazliansyah
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
As-Syafi'iyyah Siap Tampung Pengungsi Rohingya
JAKARTA -- Pesantren Khusus Yatim As Syafi'iyyah siap menampung para pengungsi Rohingya yang ada di Aceh. Pimpinan pesantren Tutty Alawiyah mengaku tempatnya siap...