Rabu, 1 Zulqaidah 1435 / 27 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wow, Gaji Aparat Desa di Simeulue Capai Rp8 M

Rabu, 06 Juni 2012, 10:26 WIB
Komentar : 0
antara
Aparat Desa (ilustrasi)
Aparat Desa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH- Pemerintah Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, mengalokasikan dana sekitar Rp8 miliar setiap tahun dalam APBK untuk honor aparatur dan perangkat gampong (desa) maupun mukim.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kabupaten Simeulue Zulfadli Abidin di Sinabang, Selasa mengatakan, jumlah dana yang tidak sedikit tersebut untuk menunjang kegiatan dan pelaksanaan pemerintahan di 138 gampong dalam delapan kecamatan.

Alokasi dana yang diperuntukan untuk 1.937 orang aparat dan perangkat gampong dan mukim tersebut, dengan upah mulai dari Rp100.000 hingga Rp1.000.000/orang/bulan. Dari jumlah itu masih dianggap kecil, sebab upah yang diterima aparat dan perangkat gampong tersebut, masih dibawah standar upah minimum daerah setempat yakni Rp1.250.000/bulan.

"Sebenarnya kalau disesuaikan dengan standar upah minimum daerah, maka gaji aparatur dan perangkat gampong jauh sangat kecil sekali. Untuk mengatasi kekurangan ini, kita coba ajukan dalam anggaran perubahan, karena tugas mereka sebenarnya sangat berat, dengan biaya operasional sangat minim," katanya.

Masih kecilnya, upah atau honor yang diterima setiap bulannya sangat dirasakan oleh aparatur gampong dan mukim, yang ada di Kabupaten Simeulue. "Pasti kita sangat merasakannya, karena aparatur di bawah saya, terpaksa harus pandai-pandai mengatur waktu, antara tugas dan mencari rezeki untuk mengasapi dapurnya," kata Ali Akim, Keuchik Kuta Baru, Kecamatan Simeulue Tengah.


Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jakarta Butuh Ketahanan Air
JAKARTA -- Air baku di Jakarta semakin tak berimbang dengan kebutuhan masyarakatnya. Herawati Prasetyo, Wakil Presiden Direktur Palyja mengatakan Rabu (27/8), selama ini...