Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Walikota Blitar: Penetapan Hari Lahirnya Pancasila 'Abu-abu'

Jumat, 01 Juni 2012, 13:23 WIB
Komentar : 0
Garuda Pancasila

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR - Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, hingga setiap daerah pun juga akan memperingatinya.

"Kami memang sengaja melakukan kegiatan ini. Seperti apa kata Bung Karno (sebutan akrab Presiden Soekarno) jangan sampai melupakan sejarah. Kami adakan kegiatan ini, agar didengar pusat," katanya ditemui setelah upacara peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni di alun-alun Kota Blitar, Jatim, Jumat (1/6).

Ia mengaku prihatin dengan keadaan ini. Sampai saat ini, pemerintah pusat belum ada kebijakan untuk menetapkan 1 Juni sebagai hari Lahirnya Pancasila. "Saat ini, masih abu-abu," ucapnya.

Pihaknya berharap, dengan kegiatan yang dilakukan oleh Kota Blitar ini, di antaranya dengan menggelar upacara di alun-alun, menjadi tonggak awal kebijakan pusat untuk menetapkan aturan tersebut.

"Kami harapkan, ini bisa jadi agenda nasional, dan ini kami awali dari daerah kami. Kalau kami bisa, mengapa pusat tidak dan ini yang jadi pertanyaan saya sebagai Wali Kota," katanya, menegaskan.

Kegiatan ini rutin tiap tahun dilakukan oleh Pemkot Blitar. Selain upacara, pemkot juga mengadakan kegiatan malam tirakatan dengan membaca doa-doa Istana Gebang. Beberapa agenda lain di Kota Blitar yang dikenal dengan bulan Bung Karno ini, juga akan dilakukan kegiatan haul Bung Karno, serta sejumlah kegiatan lain.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.388 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda