Monday, 20 Zulqaidah 1435 / 15 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kalsel Cari Investor Asing untuk Investasi Ubi Kayu

Thursday, 31 May 2012, 22:45 WIB
Komentar : 1
www.agriculturesource.com
Ubi jalar.
Ubi jalar.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTABARU -- Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, siap menerima investor asing bidang pertanian dan perkebunan PT Navara Sentra Utama. Investor yang tertarik mengembangkan tanaman ubi kayu dan ubi jalar.

Bupati Kabupaten Kotabaru, Irhami Ridjani, mengatakan bahwa investor asing tersebut akan mengembangkan ubi jalar dan ubi kayu. Pengembangan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Saya telah bertemu dengan pengusahanya langsung pada 24 Mei. Kami semua sudah bersepakat segera menandatangani perjanjian kerjasama," ujarnya.

Rencananya, kerjasama tersebut akan diawali dengan ekspos PT Navara Sentra Utama yang mengembangkan ubi jalar dan ubi kayu.

Benih ubi jalar dan ubi kayu yang akan dikembangkan hasil rekayasa dari perkawinan bibit dari Jepang dengan bibit lokal yang bisa menghasilkan bioetanol. "Sistem budidaya tersebut rencananya pola plasma yang melibatkan masyarakat," ungkapnya.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menikah Harus Sah Menurut Agama Masing-Masing
 JAKARTA -- Masalah undang-undang pernikahan menurut Meneger Nasution sudah jelas. Ia juga menjelaskan menurut para ulama, pernikahan harus sah secara agamanya masing-masing. Berikut video...