Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Longsor Ambon, Dua Korban Jiwa Belum Ditemukan

Minggu, 27 Mei 2012, 16:07 WIB
Komentar : 0
Antara
Tanah longsor (ilustrasi).
Tanah longsor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badai Sanvu yang menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kota Ambon, Ahad (27/5) menyebabkan sebanyak delapan orang meninggal dunia. Namun, pada jumlah korban tewas tersebut, dua diantaranya hingga kini belum ditemukan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Broery Tjokro, Ahad (27/5). Belum diketemukannya dua orang tersebut, menurut dia dikarenakan lokasi yang sulit, berupa wilayah pegunungan dan tebing. "Dua dari delapan memang belum diketemukan karena lokasinya sulit," ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya bersama beberapa pihak terkait sampai saat ini masih terus melakukan pencarian. Namun, upaya tersebut harus terhambat karena alat evakuasi yang dipergunakan sangatlah sederhana, seperi pacul, sekop, dan tangan.

Sulitnya medan juga membuat tidak memungkinkan untuk mendatangkan alat-alat berat. Selain itu, lanjut dia, hujan yang terus menerur turun pun menjadi kendala tambahan. Kendati demikian, pihaknya mengatakan akan tetap melakukan pencarian. "Malam nanti kalau tidak ditemukan pencarian akan tetap dilakukan dengan menggunakan senter," ungkap Tjokro.

Sementara untuk empat korban yang mengalami luka ringan, kata dia, sudah mendapat penanganan dari rumah sakit umum dan telah bisa kembali ke kediaman asal. "Posko juga sudah dibangun di Pemkot Ambon dan lokasi tempat longsor," ujarnya.

Reporter : Ahmad Reza Safitri
Redaktur : Dewi Mardiani
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konsep SPBU ini Jadi Tren di AS
WASHINGTON -- Bayangkan, mengisi bensin sekaligus menikmati hidangan lezat yang dimasak langsung? Konsep yang sedang tren di Amerika ini memungkinkan warga memaksimalkan waktu...