Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ratusan Guru Tolak Sistem Pencairan Sertifikasi

Rabu, 16 Mei 2012, 21:55 WIB
Komentar : 1
izaskia.wordpress.com
Pencairan tunjangan dana sertifikasi guru (ilustrasi)
Pencairan tunjangan dana sertifikasi guru (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Guru di Kota Bengkulu mendatangi Dinas Pendidikan setempat menolak pola 200 dalam sistem pencairan sertifikasi. Sistem tersebut akan diberlakukan di daerah itu.

''Para guru minta penjelasan mengenai proses tunjangan sertifikasi triwulan pertama belum juga dicairkan, namun sudah berencana menerapkan sistem 200,'' kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bengkulu, Muktarimin, Rabu. "Kami bukan demo tetapi meminta kejelasan mengenai proses pencairan tunjangan sertifikasi triwulan pertama ini. Sebab, kami menolak pola 200. Kalau bisa dipercepat, kenapa mesti diperlambat.''

Jika Diknas tetap melakukan pencairan dengan pola 200, itu berarti membutuhkan waktu hingga Juli 2012. Padahal, bulan itu merupakan masa untuk pencairan di triwulan kedua.

"Jika menggunakan pola 200 artinya pencairan triwulan pertama belum tuntas sudah masuk dana untuk triwulan kedua lalu bagaimana memprosesnya," ujarnya. Padahal pada akhir Juli 2012 yang seharusnya guru sudah melaporkan dalam satu semester, maka akan mengalami keterlambatan juga seperti tahun-tahun lalu.

 

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Samingun Selasa, 18 Desember 2012, 15:14
Terkadang cukup membingungkan ataukah dibuat bingung, sehingga mudah digelapkan sebulan atau beberapa bulan, jika guru yang berhak menerima diam bisa dipastikan diulang sistim pencairan dana yang membingungkan, lalu bagaimana PGRI yang seharusnya bersuara...........??????????