Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Rute Kerinci-Bengkulu-Padang Lumpuh akibat Longsor

Rabu, 11 April 2012, 09:21 WIB
Komentar : 0
Antara/Anis Efizudin
Sejumlah warga membantu pengendara sepeda motor yang terjebak saat melewati timbunan tanah longsor yang menutupi jalan raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Rute bus atau kendaraan angkutan antarkota/antarprovinsi Kerinci-Bengkulu-Padang melalui Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, lumpuh. Rute tersebut lumpuh total lantaran jalanan tertutup longsor.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, Guldiyanto, Rabu, mengatakanlongsor yang terjadi Selasa (10/4) di kilometer 29 tersebut mencapai 70 meter. Ketinggian material tanah setinggi 20 meter.

"Akibat longsor tersebut, bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melayani rute Kerinci-Bengkulu dan Kerinci-Padang tidak bisa menemuph rute tersebut," katanyha.

Guldiyanto mengatakan longsor di jalur Kerinci-Bengkulu dan Kerinci-Padang lewat Pesisir Selatan ini hingga kini terus diupayakan untuk dipullihkan. Bus AKAP yang melayani rute Kerinci-Padang dialihkan lewat Kabupaten Solok Selatan. Selanjutnya bus AKAP yang melayani rute Kerinci-Bengkulu dialihkan lewat Kabupaten Tengga Merangin dan Sarolangun.

Peralihan rute tersebut, khususnya untuk rute Kerinci-Bengkulu, akan menambah waktu dan jarak tempuh hingga enam jam.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
806 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda