Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Innalillahi, Satu Keluarga Tewas Keracunan Nasi Goreng

Saturday, 07 April 2012, 20:16 WIB
Komentar : 1
www.123rf.com
Korban meninggal dunia (ilustrasi)
Korban meninggal dunia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  PALU -- Satu keluarga yang terdiri atas bapak, ibu dan seorang anak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, ditemukan tewas dalam satu tempat tidur di rumahnya pada Sabtu petang, diduga karena keracunan setelah makan nasi goreng.

Ketiga korban tersebut adalah bapak bernama Alisman (42), dan istrinya Fatmawati (35) serta seorang anak mereka bernama Nabila (5). Ketiganya warga Jalan Malonda, Kelurahan Silae, Kecamatan Palu Barat.

Ketiganya ditemukan tewas pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 WITA oleh Makkatening, ibu dari Alisman. Makkatenni curiga, kenapa anaknya, cucu dan anak mantunya sejak pagi tidak keluar rumah. Karena curiga Makkatenni meminta bantuan kepada anaknya yang lain untuk mendobrak pintu kamar.

Mereka kemudian terkejut melihat ketiga korban sudah meninggal dunia dalam posisi tertidur dalam satu tempat tidur. Tewasnya satu keluarga tersebut membuat heboh warga sekampung. Rumah duka dalam waktu sekejap langsung dipadati ratusan warga.

Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan belum memastikan sebab-sebab tewasnya satu keluarga tersebut, namun diduga korban sudah meninggal pada Jumat malam.

Korban diduga tewas setelah menyantap nasi goreng yang dibeli dari warung karena masih ditemukan sisa nasi goreng tersebut. Tiga jenazah tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk bedah mayat. Bedah mayat tersebut juga atas permintaan keluarga korban.

Pada 30 November 2011 di Kabupaten Sigi juga pernah terjadi kasus yang menewaskan satu keluarga yang diduga keracunan makanan. Ketiga warga yang tewas itu adalah warga Desa Sidera Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi yakni Bambang (44), Anang (16) dan Danu (7).

Ketiga korban satu keluarga itu meninggal dunia diduga keracunan setelah mengkonsumsi makanan sup kacang merah atau bronebon.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...