Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Demo Makassar, Mahasiswa Gunakan Ketapel & Panah

Jumat, 30 Maret 2012, 22:28 WIB
Komentar : 0
Antara/Ismar Patrizki
Anggota polisi menangkap pengunjuk rasa yang terlibat bentrok saat menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (ilustrasi)
Anggota polisi menangkap pengunjuk rasa yang terlibat bentrok saat menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Berdasarkan pemantauan di lokasi unjuk rasa penolakan BBM di Makassar, Jumat (30/3) mahasiswa bercampur dengan masyarakat melakukan penyerangan kepada polisi. Aksi mahasiswa itu kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata dan mobil meriam air (water canon).

Polisi menghalau mundur pengunjuk rasa dengan melepaskan tembakan gas air mata dibantu mobil water canon. Tindakan itu dilakukan untuk mendesak mahasiswa hingga  di depan kampus 45 Makassar, berdekatan dengan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Pengunjuk rasa kemudian menyerang balik polisi dengan melempari batu ke aparat. Bahkan dalam bentrokan itu, pengunjuk rasa mengunakan ketapel disertai anak panah serta senjata rakitan untuk melawan petugas.

Tiga korban terluka akibat serangan anak panah, salah satunya anggota TNI yang sedang berjaga-jaga. Dua pengunjuk rasa dipukuli lalu diamankan petugas.

Bentrokan itu dipicu isu pengunjuk rasa ingin menyerang pos polisi yang berada di pertigaan fly over, kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata. Sontak massa kemudian membalas dengan lemparan batu.

Hingga berita ini diturunkan kondisi jalan mulai kondusif. Namuan ratusan pecahan batu dan pecah beling masih berserakan di jalan raya Urip Sumoharjo Makassar.

Sebelumnya bentrokan dengan aparat kepolisian juga pecah di jalan Sultan Alauddin kampus Universitas Muhammadiyah Makassar pada Kamis malam. Pengunjuk rasa diduga menyerang kantor Polisi Sektor Rappocini. Suasana kondusif pukul 03:00 Wita.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...