Jumat, 30 Maret 2012, 22:28 WIB

Demo Makassar, Mahasiswa Gunakan Ketapel & Panah

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Antara/Ismar Patrizki
Anggota polisi menangkap pengunjuk rasa yang terlibat bentrok saat menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (ilustrasi)
Anggota polisi menangkap pengunjuk rasa yang terlibat bentrok saat menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Berdasarkan pemantauan di lokasi unjuk rasa penolakan BBM di Makassar, Jumat (30/3) mahasiswa bercampur dengan masyarakat melakukan penyerangan kepada polisi. Aksi mahasiswa itu kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata dan mobil meriam air (water canon).

Polisi menghalau mundur pengunjuk rasa dengan melepaskan tembakan gas air mata dibantu mobil water canon. Tindakan itu dilakukan untuk mendesak mahasiswa hingga  di depan kampus 45 Makassar, berdekatan dengan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Pengunjuk rasa kemudian menyerang balik polisi dengan melempari batu ke aparat. Bahkan dalam bentrokan itu, pengunjuk rasa mengunakan ketapel disertai anak panah serta senjata rakitan untuk melawan petugas.

Tiga korban terluka akibat serangan anak panah, salah satunya anggota TNI yang sedang berjaga-jaga. Dua pengunjuk rasa dipukuli lalu diamankan petugas.

Bentrokan itu dipicu isu pengunjuk rasa ingin menyerang pos polisi yang berada di pertigaan fly over, kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata. Sontak massa kemudian membalas dengan lemparan batu.

Hingga berita ini diturunkan kondisi jalan mulai kondusif. Namuan ratusan pecahan batu dan pecah beling masih berserakan di jalan raya Urip Sumoharjo Makassar.

Sebelumnya bentrokan dengan aparat kepolisian juga pecah di jalan Sultan Alauddin kampus Universitas Muhammadiyah Makassar pada Kamis malam. Pengunjuk rasa diduga menyerang kantor Polisi Sektor Rappocini. Suasana kondusif pukul 03:00 Wita.

Sumber : Antara
loading...