Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

Mencekal Najib Razak, Membongkar Korupsi Besar

Ahad 13 May 2018 05:19 WIB

Red: Elba Damhuri

Ketua Barisan Nasional (BN) Dato Seri Najib Razak dikerubuti wartawan seusai melakukan jumpa pers mengenai hasil Pemilihan Umum Ke-14 yang dimenangkan Koalisi Pakatan Harapan (PH), di Gedung PWTC, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/5).

Ketua Barisan Nasional (BN) Dato Seri Najib Razak dikerubuti wartawan seusai melakukan jumpa pers mengenai hasil Pemilihan Umum Ke-14 yang dimenangkan Koalisi Pakatan Harapan (PH), di Gedung PWTC, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/5).

Foto: Antara/Agus Setiawan
Mahathir mengaku tidak akan mencari kambing hitam dalam skandal besar ini.

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Idealisa Masyrafina, Crystal Liestia Purnama

KUALA LUMPUR -- Dinamika politik di Malaysia memasuki babak baru. Kini, mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor, telah masuk daftar hitam untuk meninggalkan negara itu, Sabtu (12/5).

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (12/5), pernyataan itu dikeluarkan Departemen Imigrasi Malaysia beberapa saat setelah mantan perdana menteri yang dilanda skandal ini berkicau di media sosial. Dalam pernyataannya, Najib mengaku akan berlibur ke luar negeri bersama keluarganya mulai Sabtu dan akan kembali pekan depan.

Di pihak lain, perdana menteri baru Malaysia Mahathir Mohamad mengaku yakin dapat mengembalikan sebagian besar uang negara yang hilang dalam skandal korupsi 1MDB. "Kami percaya bahwa kita bisa mendapatkan sebagian besar uang 1MDB kembali," kata Mahathir seperti dikutip BBC, Jumat (11/5).

Najib Razak diduga mengantongi dana investasi negara 1Malaysian Development Berhad (1MDB) sekitar 700 juta dolar AS. Pembentukan 1MDB pada 2009 dimaksudkan untuk mengubah Ibu Kota Kuala Lumpur menjadi pusat keuangan dan meningkatkan ekonomi melalui investasi strategis.

Najib menyatakan, ia bersama keluarganya menghormati larangan bepergian ke luar negeri dari departemen imigrasi. Dia pun akan tetap tinggal di negara itu.

"Saya telah diberitahu bahwa Departemen Imigrasi Malaysia tidak akan mengizinkan keluarga saya dan saya pergi ke luar negeri," kata Najib dalam cicitannya di Twitter setelah larangan imigrasi diumumkan, dikutip TRT World. "Saya menghormati arahan dan akan tetap bersama keluarga saya di negara ini."

Najib mengaku hanya ingin rehat dan menikmati liburan bersama keluarga. Hal itu ia katakan setelah muncul laporan bahwa namanya berada dalam manifes penerbangan jet pribadi yang dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Sabtu pagi.

"Setelah lebih dari empat dekade dalam politik dan kampanye pemilihan baru-baru ini, yang sangat disesalkan saya pribadi dan mungkin yang paling intens dalam sejarah Malaysia, saya akan mengambil istirahat sejenak untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saya yang belum saya lihat cukup dalam beberapa tahun terakhir," tulis Najib di Twitter.

Politikus berusia 64 tahun itu kalah dalam pemilihan umum dari mantan perdana menteri Mahathir Mohamad. Mahathir kini telah dilantik menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia dan menjadi perdana menteri tertua.

Mahathir telah bersumpah untuk menyelidiki skandal korupsi multimiliar dolar dana negara di 1MDB yang didirikan oleh Najib. Najib secara konsisten membantah melakukan kesalahan sehubungan dengan 1MDB.

Manifes jet, yang dijadwalkan untuk terbang dari bandara dekat Kuala Lumpur ke ibu kota Indonesia pada pukul 10.00 WIB itu menamai Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, sebagai penumpang. Hal itu diungkapkan oleh dua sumber dan dua laporan media sebelumnya.

Sebuah sumber di pemerintahan Mahathir mengatakan bahwa Najib akan berlibur. Malaysiakini, sebuah portal berita, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang dekat dengan Najib. Sumber itu mengatakan, Najib akan beristirahat selama dua hari di Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES