Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Hanya Tersisa Manchester United

Sabtu 10 Februari 2018 15:22 WIB

Red: Didi Purwadi

Jose Mourinho

Jose Mourinho

Foto: EPA-EFE/NIGEL RODDIS
Mourinho hanya bisa berharap Manchester City mengalami hari-hari buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tim mana yang berpeluang menggeser Manchester City dari puncak klasemen Liga Primer Inggris. Hingga musim memasuki pekan ke-26, ‘Tetangga Berisik’ Manchester United itu masih memimpin klasemen dengan mengantongi 69 poin.

Dari hitungan di atas kertas, Manchester United bersama Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur masih berpeluang membuat kejutan menjungkalkan City. Termasuk Arsenal yang berada di posisi keenam klasemen dengan terpaut jauh 24 poin dari Manchester City. Peluang terbuka karena masih ada 36 poin yang diperebutkan dari 12 laga tersisa musim ini.

Arsenal secara matematis memang masih memiliki peluang menggeser City. Tapi melihat inkonsistensi skuad Arsene Wenger, peluang tersebut terbilang sangat kecil sekali. Terlebih Arsenal kini tidak lagi diperkuat sejumlah pemain bintangnya seperti  Alexis Sanchez, Theo Walcott dan Olivier Giroud.

Ketidakkonsistenan Arsenal terlihat sepanjang Januari-Februari 2018. Dari lima laga terakhir sepanjang Januari-Februari, klub berjuluk The Gunners itu hanya memetik dua kemenangan. Arsenal kehilangan delapan poin dari potensi 15 poin yang bisa diraih dari lima laga tersebut. Manajer Arsene Wenger pun diisukan akan dipecat pada akhir musim ini setelah 21 tahun menangani Arsenal.

Target realistis Arsenal yakni finis posisi empat besar. Tapi, klub London ini harus bersaing ketat dengan Liverpool, Chelsea dan Spurs. Dan, Arsenal pekan ini akan melakoni laga berat menghadapi tuan rumah Tottenham Hotspur.

Hotspur, yang berada di posisi kelima klasemen dengan 49 poin, sepanjang 2018 ini tampil bagus dengan tidak terkalahkan dari enam laga terakhir. Mereka terakhir menang 2-0 dari menjamu Manchester United dan membawa pulang hasil imbang 2-2 dari kandang Liverpool. The Lilywhites mampu meraih 12 poin dari 18 poin yang berpotensi diraupnya.

Spurs berpeluang besar masuk posisi empat besar atau zona Liga Champions. Klub London Utara ini hanya terpaut tipis dari Liverpool (51 poin) dan Chelsea (50 poin) yang berada di posisi ketiga dan keempat. "Kemenangan melawan United jadi pesan yang sangat kuat bahwa kami layak ke empat besar," kata manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dikutip dari London Evening Standard.

Empat Besar

Bagaimana dengan Liverpool dan Chelsea? Hanya terpaut lima-enam poin dari Manchester United di posisi kedua, keduanya berpeluang menggeser klub berjuluk ‘Setan Merah’ tersebut. Keduanya pun masih berpotensi menjadi pengganggu City di puncak klasemen.

Tapi, inkonsistensi lagi-lagi menjadi permasalahan bagi Liverpool dan Chelsea dalam mengejar The Citizens di puncak klasemen. Usai mengalahkan Manchester City 4-3 pada 14 Januari, Liverpool dalam kepercayaan diri tinggi. Tapi, apa yang terjadi justru sebaliknya.

Liverpool sepekan kemudian tumbang 0-1 di markas Swansea City. Rekor tak terkalahkan dalam 18 laga terakhir di semua ajang kandas seketika.

The Reds, julukan bagi Liverpool, pun tersingkir dari pentas Piala FA setelah menelan kekalahan 2-3 dari menjamu West Bromwich Albion. Tersingkirnya Liverpool dari Piala FA membuat panjang penantian mereka yang selama 12 tahun tidak pernah memenangkan trofi apapun.

Liverpool memang sudah kembali ke jalur dengan mengalahkan tuan rumah Huddersfield (2-0) dan bermain imbang lawan tim tamu Tottenham (2-2) di pentas Liga Primer Inggris. Namun ketimbang mengejar duo Manchester, Liverpool lebih memilih mempertahankan posisinya di empat besar dari kejaran tim-tim di belakangnya.

‘’Menang dan mempertahankan posisi di empat besar, waw saya sudah tak sabar untuk menjalani pertandingan melawan Spurs," kata manajer Liverpool, Juergen Klopp saat itu jelang laga menjamu salah satu tim yang berpotensi menjungkalkan mereka dari posisi empat besar. "Ada banyak pertandingan yang harus dimainkan, banyak tantangan besar menanti kami, dan kami harus siap.’’

Chelsea pun demikian. Ketimbang memburu duo Manchester untuk mempertahankan gelar juara, klub berjuluk The Blues itu lebih memilih mempertahankan posisinya yang rentan terlempar dari posisi empat besar. Chelsea hanya terpaut satu poin dari Tottenham Hotspur yang menempel di posisi kelima klasemen.

Klub London Barat ini sedang diterpa isu pemecatan manajer Antonio Conte karena dugaan adanya desakan sejumlah pemain. Seperti kasus Jose Mourinho yang dipecat dari kursi pelatih Chelsea karena adanya ‘hasutan’ pemain senior pada 2015.

"Jika klub memecat pelatih dengan pertimbangan keluhan pemain, itu terserah mereka. Tapi saya ingatkan, pelatih dan pemain harus saling bahu membahu. Mereka bukannya justru saling menjatuhkan," kata Conte dikutip dari Sky Sports.

Chelsea sepanjang tahun 2018 ini hanya menang satu kali dari lima laga. Dan di dua laga terakhirnya, skuad Antonio Conte menyerah dengan skor telak dari tim papan tengah Bournemouth (0-3) dan Watford (1-4).

Conte menyadari sudah tidak ada peluang untuk mempertahankan gelar juara. ‘’Sekarang kami harus memperjuangkan tempat di Liga Champions. Kami harus realistis," kata pelatih berkebangsaan Italia, dikutip dari Four Four Two, Ahad (4/2).

Tersisa MU

Kini tersisa Manchester United yang paling memiliki peluang dalam mengejar Manchester City. Pada laga pekan lalu, manajer Jose Mourinho sempat menyatakan akan 'melempar handuk putih' alias menyerah jika kalah dari Huddersfield dan Manchester City menang dari tuan rumah Burnley. Karena jika itu terjadi, MU yang sepekan sebelumnya tumbang 0-2 di kandang Tottenham itu akan semakin tertinggal jauh dari City.

MU ternyata mampu menjinakkan Huddersfield 2-0 dan City tertahan 1-1 di kandang Burnley. Hasil tersebut membuat MU mampu memperkecil dua poin jaraknya dari City menjadi hanya terpaut 13 poin.

Meski mampu memperkecil jarak dua poin, Mourinho menyadari peluang timnya menjuarai Liga Primer Inggris musim ini sangat tipis. Jarang ada tim peringkat kedua yang bisa menyalip pemuncak klasemen dengan kondisi keterpautan poin yang besar seperti sekarang.

Dengan laju konsisten City, kata pelatih yang pernah menjuluki dirinya The Special One ini, pesaing City hanya bisa bersaing memperebutkan posisi kedua. Mereka hanya bisa berharap City terpleset dan mengalami hari buruk.

Laga pekan ini merupakan laga pekan ke-27. MU akan bertandang ke markas Newcastle United yang kini terpuruk di papan bawah klasemen. Sementara, Manchester City akan menjamu Leicester yang dua tahun lalu mengejutkan publik dengan menyabet gelar juara Liga Primer Inggris.

Jika seri apalagi kalah, maka hasil tersebut akan membuat MU semakin sulit mengejar City. Mourinho menyatakan hanya akan tersenyum jika timnya membawa pulang tiga angka dari St. James Park. "Pilihannya memang hanya menang,’’ katanya.

Sumber : berbagai sumber
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES