Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Daihatsu Bantu Penangkaran 105 Ribu Telur Penyu

Senin, 06 Agustus 2012, 02:36 WIB
Komentar : 0
supporterwwf.org
Telur Penyu dan Tukik

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Astra Daihatsu Motor ikut berpartisipasi dalam upaya penangkaran 105.000 telur penyu untuk membantu pemerintah melestarikan hewan yang semakin langka itu.

"Penangkaran penyu ini merupakan salah satu program penghijauan melalui dana CSR yang dilakukan perusahaan," kata Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rio Sanggau di Medan, Minggu.

Pemilihan program penangkaran penyu dilakukan melihat hewan itu semakin langka, padahal jenis binatang tersebut paling banyak di Indonesia.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra menyebutkan, enam dari tujuh spesies penyu dunia ada di Indonesia. Karena itu, ketika mengetahui hewan itu semakin langka, manajemen merasa terpanggil membantu pemerintah mempertahankan dan bahkan memperbanyak dengan ikut membantu penangkaran penyu itu.

"Pemilihan penangkaran penyu itu juga mengingat hewan tersebut dikenal paling bisa dan mudah beradaptasi dan merupakan binatang yang sudah lama ada. Penyu menjadi inspirasi atau lambang yang ingin dicapai Daihatsu yakni tetap `hidup` sejak dulu hingga selamanya dan bisa menyesesuaikan dengan keinginan konsumen," katanya.

Amelia menjelaskan, dana CSR setiap tahunnya dikucurkan perusahaan sekitar 2,5 hingga 4 persen dari laba perusahaan.

Selain penangkaran penyu yang merupakan program lingkungan, Daihatsu membina usaha kecil dan menengah (UKM), membantu siswa sekolah menengah kejuruan dan posyandu.

"Kalau lingkungan, perekonomian, pendidikan dan kesehatan semakin bagus, tentu Indonesia akan semakin maju, dan Daihatsu peduli itu," katanya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
1.026 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda