Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Antisipasi Kebakaran Merbabu, BPBD Siagakan Satgas

Senin, 02 Juli 2012, 17:39 WIB
Komentar : 0
Antara/Wahyu Putro A
Hutan di Kawasan Gunung Merbabu terbakar, Rabu (28/9).
Hutan di Kawasan Gunung Merbabu terbakar, Rabu (28/9).

UNGARAN--Memasuki musim kemarau kebakaran hutan di lereng gunung Merbabu terus diwaspadai. Belajar dari pengalaman sebelumnya, kasus kebakaran yang lereng Merbabu terjadi pada musim kemarau.

Sebagai bentuk antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang gencar melakukan sosialisasi kepada warga Tekelan dan sekitarnya, untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Pudji Hutomo mengatakan, kasus kebakaran hutan Merbabu selalu terjadi tiap tahun pada musim kemarau. Untuk itu pihaknya menghimbau masyarakat sekitar selalu mewaspadai.

“Yakni dengan tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan lereng Merbabu selama musim kemarau ini,” ujar Pudji kepada wartawan, di sela Rapat Paripurna Dewan Kabupaten Semarang, Senin (2/7).

Sebagai langkah antisipatif, pihaknya melakukan berbagai sosialisasi kepada warga setempat dan lereng gunung Merbabu lainnya. Khususnya di wilayah Dusun Tekelan yang sangat potensial terhadap terjadinya kebakaran hutan.

Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan simulasi penanganan kebakaran hutan. Karena lokasinya yang terjal dan sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran guna mencapai titik kebakaran.

Simulasi ini juga melibatkan warga sekitar, tim SAR. “sosialisasi dan simulasi ini diharapkan semua pihak dapat bertindak cepat jika suatu saat terjadi kebakaran hutan di wilayah mereka,” lanjutnya.

Karena untuk memadamkan api di wilayah Tekelan, biasanya diterjunkan tim SAR dibantu warga dan pecinta alam guna memadamkan api dengan cara manual tanpa bantuan mobil pemadam.

Untuk mendukung upaya ini, di masing-masing kecamatan yang memiliki wilayah di lereng Merbabu juga sudah disiagakan satgas penanggulangan kebakaran hutan. “Satgas ini melibatkan unsur aparat kecamatan, koramil dan kepolisian terdekat,” lanjutnya.

Reporter : bowo pribadi
Redaktur : Taufik Rachman
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...