Minggu, 29 Safar 1436 / 21 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penyu Langka Nyasar ke Empang Warga

Senin, 02 Juli 2012, 17:22 WIB
Komentar : 0
Penyu Tempayan
Penyu Tempayan

CILACAP -- Penyu langka jenis tempayan yang berukuran cukup besar, ditemukan di empang warga Desa Ujungmaning Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap, Ahad (1/7) sore. Penyu itu, pertama kali dilihat oleh beberapa orang ibu yang kebetulan sedang melintas di dekat empang.

''Awalnya ibu itu, mengira hewan itu ular yang sedang melingkar. Karena takut dia melapor pada saya,'' kata Sukiman (46), pemilik empang tersebut, Senin (2/7).

Namun setelah dia mendatangi empangnya, ternyata hewan yang semula dikira ular itu, adalah seekor penyu. Penyu tersebut memiliki ukuran cukup besar, dengan panjang sekitar 1 meter, lebar 80 cm dan berat sekitar 100 kg atau  kwintal.

Mengetahui ada penyu di empangnya, Sukiman kemudian meminta bantuan tetangganya untuk memindahkan penyu tersebut ke kamar mandi berdekatan dengan sumur. ''Kalau di empang saja, saya khawatir ada orang yang mengambil,'' jelasnya.

Soalnya, kata dia, setelah kabar temuan penyu itu beredar, beberapa orang tetangganya ada yang meminta penyu itu dipotong dan dagingnya dibagi-bagikan. Bahkan ada juga yang sudah menawar dengan harga Rp 250.000.

Koordinator Lapangan Polisi Hutan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam Jateng Seksi Konservasi Wilayah II Pemalang-Cilacap Rahmat Hidayat, menyatakan pihaknya sudah mendapat laporan tentang temuan penyu tersebut. ''Kalau dilihat dari foto-fotonya, penyu itu merupakan jenis penyu tempayan. Penyu itu termasuk satwa langka yang dilindungi,'' jelasnya.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Jateng Seksi Konservasi Wilayah II Pemalang-Cilacap Teguh Arifianto, menambahkan penyu tempayan ini sebenarnya sudah sangat lama tidak pernah terlihat di wilayah perairan Cilacap.

''Kalaupun ada, hanya terlihat di sekitar pantai Pulau Nusakambangan bagian timur atau wilayah sekitar Segara Anakan,'' katanya. Bahkan keberadaan penyu tempayan di bagian timur Pulau Nusakambangan tersebut, terindikasi pada tahun 2010 saat BKSDA menggelar survei bersama Badan Lingkungan Hidup Cilacap di Kali Kencana, Pulau Nusakambangan. ''Itu pun hanya hanya jejaknya saja,'' jelasnya.

Karean itu, dia mengaku sangat heran dengan temuan penyu tempayan yang terjebak di empang milik warga Desa Ujungmanik, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Segara Anakan.

''Mungkin penyu tersebut hanyut terbawa air pasang melalui sungai, saat hendak bertelur. Kalau hendak bertelur, penyu itu memang akan menyusuri pasir pesisir,'' jelasnya.

Berdasarkan perkiraan itu,  Teguh akan mengecek kondisi kolam karena dikhawatirkan penyu tersebut sempat bertelur. ''Kita akan ke Ujungmanik, Selasa (3/7) sekaligus untuk mengevakuasi dan melepas penyu tersebyt di pantau selatan Nusakambangan,'' jelasnya.

Reporter : eko widiyatno
Redaktur : Taufik Rachman
"Tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan"((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...