Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pelihara Hutan Bakau, Puluhan Mahasiswa IPB Diterjunkan

Friday, 18 May 2012, 22:19 WIB
Komentar : 1
Wikipedia
Hutan Bakau
Hutan Bakau

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Sebanyak 75 mahasiswa Institut Pertanian Bogor dilibatkan dalam penanaman sekaligus pemeliharaan hutan bakau atau mangrove di kawasan pesisir Angke Kapuk, Jakarta Utara. "Para mahasiswa itu adalah penerima beasiswa dari Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui Karya Salemba Empat (KSE)," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof Yonny Koesmaryono di Bogor, Jumat (18/5).

Ia menjelaskan, PT PGN (Persero) Tbk bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB mengadakan penanaman mangrove pada 47 "guludan" di kawasan hutan tol Sedyatmo, Angke Kapuk, Jakarta.

Aksi penanaman bertema "Hijau Negeriku, Lestari Alamku" itu dilakukan dalam rangkaian dukungan bagi program penanaman satu miliar pohon yang dicanangkan oleh pemerintah.

Ia mengemukakan bahwa penanaman mangrove di kawasan pesisir Angke Kapuk itu menggunakan teknik "guludan" yang dikembangkan oleh pakar mangrove IPB Prof Cecep Kusmana. "Saya ucapkan terima kasih kepada Prof Cecep Kusmana yang menciptakan inovasi 'guludan', sehingga dengan penemuan itu, kita dapat merehabilitasi tanaman kita," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut bermaksud untuk merehabilitasi ekosistem hutan bakau di wilayah pesisir Angke Kapuk, Jakarta agar ekosistem di wilayah tersebut dapat berfungsi optimal dalam perlindungan lingkungan pesisir.

Menurut dia, hal tersebut bertujuan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir di sekitar Angke Kapuk khususnya dan masyarakat pesisir DKI Jakarta pada umumnya.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...