Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diselidiki, Kematian Tiga Gajah Liar dekat Lahan Sawit Riau

Sabtu, 10 Maret 2012, 14:29 WIB
Komentar : 0
Forest Creator
Gajah Sumatera
Gajah Sumatera

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Tim gabungan dari beberapa instansi kini menyelidiki penyebab kematian tiga gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. "Kami masih melakukan investigasi apakah ada ada faktor kesengajaan, perburuan ataukah karena diracun," kata Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Hayani Suprahman, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Sabtu (10/3).

Dalam pekan ini kasus kematian gajah Sumatera di Riau menjadi sorotan karena terjadi secara beruntun di Kabupaten Pelalawan. Menurut Hayani, dugaan sementara penyebab kematian gajah adalah akibat diracun. Namun, hal tersebut membutuhkan pembuktian klinis lebih lanjut.

"Penyebab pasti belum bisa dipastikan, namun dari kondisi gajah ketika ditemukan biasanya itu karena mereka makan racun," ujarnya. Ia mengatakan proses investigasi melibatkan Balai TNTN, Yayasan TNTN, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau dan berkoordinasi dengan kepolisian.

"Kalau benar diracun, kita akan mencari pelakunya," ucap Hayani, menegaskan. Sebanyak tiga gajah Sumatera liar dalam beberapa hari terakhir telah ditemukan mati di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Sebelumnya, seekor gajah Sumatera liar ditemukan mati di Desa Pangkalan Gondai pada Selasa lalu (6/3). Lokasinya berada di tepi sungai di kawasan hutan yang tak jauh dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kondisi gajah sudah berbentuk bangkai dan terdapat luka bacokan di kepalanya.

Sehari setelahnya, seekor gajah liar kembali ditemukan mati tak jauh dari lokasi pertama. Jarak kedua bangkai gajah sekitar 400 meter. Posisi badan gajah berada di dalam sungai.

Sedangkan, tempat penemuan gajah ketiga hanya berjarak sekitar 50 meter dari gajah kedua dan juga berada di dalam sungai. Gajah tersebut ditemukan tim WWF dalam kondisi kepala telah menjadi kerangka.

Kuat dugaan gajah yang terakhir ditemukan mati dahulu sebelum dua gajah yang ditemukan sebelumnya. Kemungkinan besar gajah yang mati berasal dari kelompok gajah liar di landskap Tesso Nilo. Lokasi penemuan bangkai merupakan lintasan gajah liar, yang kondisinya kini mulai rusak akibat konversi lahan menjadi kebun kelapa sawit.

Informasi sementara, gajah tersebut kemungkinan mati akibat racun karena lokasinya berada di tepi sungai. Menurut dia, hewan tersebut kemungkinan besar berusaha mencari sumber air setelah mengetahui racun masuk ke dalam

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...