Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Perkembangan Gunung Anak Krakatau: Kawah Gunung Sudah Mencapai Puncak

Thursday, 03 November 2011, 20:51 WIB
Komentar : 1
Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau

REPUBLIKA.CO.ID, CINANGKA-- Kawah Gunung Anak Krakatau (GAK) telah mencapai puncak, namun demikian Pos Pemantau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, belum mengetahui berapa besar dan kedalaman kawah tersebut.

"Perkembangan terakhir yang kami dapat, kawah GAK sudah berada di puncak gunung," kata Kepala Pos Pemantau GAK di Cinangka, Anton Tripambudi, Kamis. Dia menjelaskan, untuk mengetahui berapa diameter dan kedalaman kawah yang saat ini sudah berada dipuncak harus dilihat dari satelit. .

Sementara Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi masih belum menarik rekomendasi larangan nelayan atau turis untuk mendekat ke lokasi kegempaan sampai dengan radius dua kilometer.

Namun demikian pihaknya meminta kepada nelayan untuk tetap melakukan aktifitas seperti biasa. "Kami minta nelayan dan warga yang ada di pesisir tetap tenang, tidak gelisah dan tetap melakukan aktifitas seperti biasa," katanya menambahkan.

Sementara itu, salah seorang nelayan yang berada di Cinangka Suryadi mengaku tidak melihat adanya kawah GAK yang ada di puncak gunung tersebut. "Kalau warga sini sih tidak melihat ada kawah di puncak GAK, karena mungkin jaraknya yang jauh, makanya tidak terlihat dari pesisir pantai," katanya.

Yang dapat dilihat, dari pesisir Pantai Cinangka, katanya, adalah wujud GAK, dan sesekali asap yang mengepul menjulang tinggi berwarna kelabu. "Kalau wujud dan asapnya memang kadang terlihat, kadang tidak. Sementara warna asapnya kadang putih dan kelabu kehitam-hitaman," katanya menambahkan.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...