Selasa, 16 Agustus 2011, 10:01 WIB

Gempa Tektonik Lokal Terjadi Dekat Gunung Lokon

Red: Krisman Purwoko
Keyword Pictures
Gunung Lokon sebelum meletus
Gunung Lokon sebelum meletus

REPUBLIKA.CO.ID,MANADO--Gempa tektonik lokal selama 1-4 detik terjadi di dekat Gunung Lokon di Sulawesi Utara yang meletus 14 dan 17 Juli 2011. "Gempa tektonik lokal ini tidak ada kaitannya dengan terjadinya letusan susulan. Gempa ini terjadi karena adanya pergeseran lempengan. Jadi tak perlu dikhawatirkan," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Selasa.

Ia menjelaskan, pos pengamatan memang masih merekam gempa vulkanik yang terjadi di kawah gunung. Asap tebal setinggi 150-250 meter dari bibir kawah yang tampak dari pos setempat menandakan terjadinya tekanan gas dari dalam. "Secara keseluruhan pergerakan vulkanis Gunung Lokon sudah menurun dibanding beberapa pekan setelah statusnya diturunkan dari awas level IV ke siaga level III 24 Juli 2011," katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung belum menurunkan status Gunung Lokon dari siaga level III ke waspada level II, meskipun laporan rutin penurunan kegiatan vulkanis telah dikirimkan pos pengamatan setempat. "Pasti PVMBG Bandung punya pertimbangkan lain. Memang sejak Senin (15/8) kami sudah mengirimkan laporan aktivitas vulkanis yang rata-rata sudah menunjukkan penurunan," katanya.

Ia mengingatkan warga agar tetap mengikuti berbagai saran PVMBG Bandung terkait dengan larangan beraktivitas di radius dua kilometer di kawasan puncak gunung itu. Beberapa kegiatan yang tidak boleh dilakukan antara lain pendakian dan pertanian di radius bahaya Gunung Lokon.

"Hal ini untuk menghindari terjadinya letusan susulan yang mengakibatkan korban jiwa. Apalagi hingga kini status Gunung Lokon masih siaga dan belum diturunkan," katanya.

Hingga saat ini terpantau aktivitas penambangan batu di Kelurahan Kinilow I dan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon yang mulai ramai. Lokasi penambangan itu berdekatan dengan zona bahaya Gunung Lokon radius dua kilometer.

Truk pengangkut material beraktivitas seperti beberapa hari sebelum terjadinya letusan gunung tersebut. "Yang pasti kami tetap waspada. Kalau memang membahayakan, kami tak segan-segan pulang," kata seorang penambang.

Sumber : antara